Kemenkop, Kementan dan IPB Kolaborasi Kembangkan Pertanian Berbasis Korporasi - Telusur

Kemenkop, Kementan dan IPB Kolaborasi Kembangkan Pertanian Berbasis Korporasi


telusur.co.id - Kementerian Koperasi dan UKM menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam upaya mengembangkan sektor pertanian berbasis korporasi.

Kerjasama itu tertuang dalam MoU bertema "Peningkatan Produksi Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani Berbasis Korporasi" yang ditandatangani Menkop Teten Masduki bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Dekan Fakultas Pertanian IPB, Sugiyanta.

Teten mengatakan, kerjasama ini merupakan perwujudan dari amanat Presiden Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui korporatisasi petani. 

"Kami antarkementerian diminta kolaborasi dan integrasi program, salah satu yang ditugaskan Presiden adalah korporatisasi petani. Pertanian ini wilayah Kementan, dan kami rumuskan dalam koperasi pangan. Kami bantu di kelembagaan petani," kata Teten dalam keterangannya, Jumat (25/6/21).

Teten menjelaskan, tantangan petani saat ini ialah masalah kelembagaan. Bagaimana membenahi kelembagaan petani saat ini dari skala sempit atau perorangan menjadi skala besar. Yaitu, dengan membuat piloting korporasi petani. 
"Koperasi bisa menjadi salah satu lembaga untuk mengkonsolidasi petani-petani perorangan," tuturnya.

Selanjutnya, kata Teten, adalah bagaimana koperasi petani bisa terhubung dengan pembiayaan. Hal ini bisa diatasi oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM, termasuk melakukan pembinaan dalam pengembangan model bisnisnya. 

"Karena itu ini kolaborasi yang sangat baik, apalagi didukung IPB di teknologi pertaniannya. Sehingga, diharapkan dapat menjadi pertanian modern dan mandiri," ujarnya.

Tindak lanjut dari kerjasama ini, salah satunya dalam waktu dekat merealisasikan pilot project koperasi petani di Lampung, untuk komoditas pisang. Koperasi ini telah bermitra dengan offtaker dan sudah terakses pembiayaan perbankan. 

"Permintaan pasar saat ini cukup besar dan ada banyak komoditas potensial lainnya yang bisa dikembangkan untuk ekspor," jelas MenkopUKM.  

Di tempat yang sama, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap, korporasi pertanian bisa berjalan lebih berskala ekonomi dan marketable. sehingga komoditi petani bisa dipasarkan untuk nasional maupun ekspor.  

"Kita berharap budidaya mampu yang kita  tangani, dan petani yang di koorporasikan, dan kemudian kita memilih komoditi tertentu untuk kita dorong untuk masuk kepada market-place yang ada. Saya berada di hulunya, dan MenkopUKM ada di hilir. Sehingga, korporasi pertanian ini bisa berskala ekonomi," ucap Syharul.

Sementara itu, Dekan Fakuktas Pertanian IPB Sugiyanta mengatakan bahwa pihaknya sebagai institusi pendidikan ingin berkontribusi sebesar-besarnya pada kemandirian pangan di bidang pertanian melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) unggul, kompeten dan berjiwa enterpreneur.  

"Kami sangat mendukung kerjasama ini.  Mahasiswa kami nanti bisa terjun langsung praktek ke lapangan guna melahirkan petani-petani milenial yang mengadopsi teknologi modern dan inovatif," pungkas Sugiyanta.[Fhr]


Tinggalkan Komentar