telusur.co.id -Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak geram dengan aksi buruk para suporter yang merangsek masuk ke lapangan selepas pertandingan melawan klub Thailand Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL2) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2).
Hodak tidak bisa menutup kekesalannya atas kejadian seusai wasit meniup peluit akhir pertandingan yang berkesudahan dengan skor 1-0 bagi Persib.
Meski menang, Maung Bandung gagal melaju ke babak perempat final ACL2 karena kalah agregat skor 1-3 setelah pada leg pertama menelan kekalahan telak di kandang Ratchaburi FC 0-3.
Hodak menyesalkan atmosfer yang sudah bagus sejak awal laga harus dirusak oleh oknum-oknum suporter yang tidak bertanggung jawab.
"Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu luar biasa. Tidak mudah bermain dengan kondisi tadi, kalian bisa mengingat ketika melawan Bangkok United, mereka tidak tahu apa yang terjadi di babak pertama. Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi nampak takut di babak pertama dan itu keuntungan bagi kami," kata Hodak pada konferensi pers usai laga.
Pelatih asal Kroasia ini marah dengan perilaku tidak terpuji segelintir suporter yang tentu bakal merugikan Persib sendiri.
"Namun ada sekitar seratus orang yang merusak itu. Mereka seolah datang ke sini hanya untuk mengadakan pesta pribadi mereka."
"Jadi, menurut saya, para pendukung perlu menyelesaikan masalah ini. Karena sekali lagi, kami akan baik-baik saja. Tapi karena hanya ada sekitar seratus orang atau kurang dari seratus yang membuat orang lain ketakutan," tegas Hodak.
Dari beberapa video yang beredar di sosial media, para pemain Persib seperti Beckham Putra, Dedi Kusnandar serta Layvin Kurzawa dan Bojan Hodak sendiri harus turun tangan meredam amukan oknum suporter yang masuk ke lapangan.
Aksi suporter pun sempat mereda dan perlahan kembali ke tribun penonton serta keluar meninggalkan area lapangan.
Kemarahan pendukung Persib tersebut diduga karena tidak terima timnya tersingkir dari ACL2. Selain itu, mereka geram dengan performa wasit asal Arab Saudi Majed Mohammed Al-Shamrani dalam memimpin pertandingan.
Persib dipastikan bakal menerima sanksi dari AFC atas kericuhan yang ditimbulkan di GBLA. Tentu ini akan berpengaruh pada kiprah Maung Bandung jika kembali berkompetisi di level antar klub Asia.



