telusur.co.id -Pelatih Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya dalam mempersiapkan tim untuk menghadapi klub Liga Premier Inggris Aston Villa. Menurutnya, proses mengumpulkan para pemain tidak berjalan mudah karena berlangsung di tengah agenda pramusim masing-masing klub.
Indonesia All Stars dijadwalkan menghadapi Aston Villa pada laga bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) pukul 19.00 WIB.
Menjelang pertandingan tersebut, Kurniawan terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam terselenggaranya laga internasional tersebut.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih dulu, selamat datang kepada tim Aston Villa. Mudah-mudahan kita Indonesia menjadi tuan rumah yang baik bagi mereka dan tidak mengecewakan."
"Yang kedua, tentu saya berterima kasih juga kepada penyelenggara, Sound Rhytm, kemudian kepada PSSI juga, terus kepada para pemain," kata Kurniawan pada jumpa pers, Jumat (31/7/2026) sore.
Mantan striker Timnas Indonesia itu mengakui proses menyusun skuad Indonesia All Stars menjadi pekerjaan yang cukup rumit. Sebab, seluruh pemain yang dipanggil masih terikat program persiapan bersama klub masing-masing.
"Karena memang kalau saya cerita ya, sebenarnya tidak gampang mengumpulkan pemain di saat klub-klub melakukan pre-season. Dan itu sangat wajar sekali karena masing-masing klub punya periodisasi dan ini benar-benar akan mengganggu kalau memang dipaksakan," ungkap eks pelatih timnas U-16 tersebut kepada pewarta.
Si Kurus sapaan akrabnya, mengaku terus menjalin komunikasi dengan pelatih kepala dari klub-klub asal para pemain. Tujuannya agar menit bermain setiap pemain tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klub.
"Kemudian, kita juga terus koordinasi dengan head coach di masing-masing klub para pemain bahwa saya coba untuk menanyakan bahwa pemain ini maksimal berapa menit boleh main. Karena kita tidak mau para pemain kembali ke klub akhirnya cedera dan mengganggu karier mereka di klub," jelasnya.
Selain menjaga kondisi fisik pemain, Kurniawan berharap anak asuhnya dapat menikmati kesempatan langka menghadapi salah satu klub papan atas Inggris tersebut. Ia menilai laga ini menjadi pengalaman berharga, terutama bagi pemain yang belum pernah tampil pada pertandingan bertaraf internasional.
"Saya ingin para pemain benar-benar menikmati momen besok, apalagi beberapa pemain kita banyak yang belum merasakan laga internasional seperti ini," pungkas Kurniawan.
Di sisi lain, Kurniawan juga menceritakan alasan dirinya menerima tawaran menjadi pelatih Indonesia All Stars. Baginya, kesempatan memimpin tim yang akan menghadapi Aston Villa merupakan pengalaman yang sulit untuk ditolak.
"Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menerima tawaran (pelatih). Karena memang saya rasa semua pelatih ingin juga. Kemudian saya ditunjuk melawan tim sebesar Aston Villa."
Ia tidak menyangka bakal mengalami pengalaman berharga sepanjang karir kepelatihannya menghadapi yang musim lalu menjadi juara Europa League.
"Ini pengalaman juga bagi diri saya pribadi. Dan bisa ketemu dengan para pemain hebat dari Indonesia menjadi suatu pelajaran dan kebanggaan," tuturnya.
Aston Villa dipastikan bakal menurunkan komposisi terbaiknya dalam rangkaian pramusim jelang kompetisi musim 2026/2027. Meski beberapa pemain masih mendapatkan jatah libur usai gelaran Piala Dunia 2026, pelatih Unai Emery tetap berupaya menampilkan permainan terbaik mereka.
Legenda hidup timnas Indonesia ini berharap pertandingan melawan Aston Villa tidak hanya menjadi hiburan bagi pecinta sepak bola nasional, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia All Stars dalam mengukur kemampuan menghadapi salah satu tim terbaik yang berkompetisi di Liga Premier Inggris.



