telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH), mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga sebagai langkah nyata mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan SWH saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bertema “Pengendalian Lingkungan Berbasis Keluarga Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan” di Desa Tegalurung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (9/8/2026).
Menurut SWH, menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga.
Karena itu, SWH mendorong masyarakat menerapkan lima gerakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Kedua, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali.
Ketiga, mengolah sampah organik agar memiliki manfaat, termasuk menjadi kompos. Keempat, menjaga saluran air dan lingkungan sekitar rumah dengan tidak menjadikan selokan maupun sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Kelima, menghemat penggunaan air dan energi sebagai bentuk kepedulian terhadap sumber daya untuk generasi mendatang.
“Hal-hal ini terlihat sederhana, tetapi kalau dilakukan oleh banyak keluarga secara bersama-sama, dampaknya akan sangat besar. Kita tidak perlu menunggu muncul persoalan baru kemudian bergerak,” ujar SWH.
Ia menilai, keluarga memiliki posisi penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan. Dari lingkungan rumah, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi budaya bersama di tingkat RT, desa, hingga masyarakat yang lebih luas.
SWH juga menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tetap membutuhkan dukungan pemerintah melalui penyediaan sistem, sarana, regulasi, dan pelayanan pengelolaan lingkungan. Namun, seluruh upaya tersebut akan semakin efektif apabila dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat.
“Pemerintah punya kewajiban menyediakan sistem dan pelayanan. Masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Menurut SWH, kepedulian terhadap lingkungan juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Dengan begitu, kebiasaan menjaga kebersihan, menghemat sumber daya, dan memperhatikan lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap gerakan sederhana yang dimulai dari rumah dapat menjadi kebiasaan bersama masyarakat Desa Tegalurung dan berkembang menjadi budaya menjaga lingkungan yang berkelanjutan.
“Mulai dari keluarga, mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri. Lingkungan yang kita jaga hari ini adalah titipan yang harus kita wariskan kepada anak dan cucu kita,” pungkas SWH. (VC)



