LPDB Sudah Salurkan Program PEN Rp1 Triliun - Telusur

LPDB Sudah Salurkan Program PEN Rp1 Triliun


telusur.co.id -Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk menyerahkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM).

Dalam kunjungannya, Teten menyerahkan secara langsung simbolis penerima pinjaman/pembiayaan dana bergulir LPDB kepada 8 (delapan) koperasi serta Banpres PUM untuk sejumlah pelaku usaha guna mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 di Jawa Timur.


Direktur Utama LPDB Supomo mengatakan, dampak dari pandemi Covid-19 ini sungguh luar biasa. 

Supomo menjelaskan, fua bulan yang lalu LPDB diberi tugas untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan dana Rp1 Triliun


"Hari ini sudah tersalurkan Rp1,101 Triliun. Artinya kita sudah melebihi target sampai dengan Rp101 miliar," kata Supomo, di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (30/9/20).

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik program dari LPDB yang menyediakan pinjaman murah, ramah dan mudah diakses. 

Menurut Khofifah, ini menjadi bagian penting karena format-format yang memberikan grace period dengan bunga murah akan memberikan kecepatan stimulasi dari berbagai pergerakan ekonomi baik bagi koperasi maupun UMKM.

"Kami memang selalu menginginkan sinergi dengan banyak pihak karena ingin melakukan percepatan, terutama dengan Kepala Perwakilan BI Jatim dan Kepala BPS Jatim, tapi ini yang menarik karena dari konfigurasi ini sangat didukung oleh kedua lembaga itu," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan bahwa koperasi sudah ada di setiap lembaga di Pemerintah Provinsi. Ia pun mengaku telah menginstruksikan agar koperasi yang ada lebih diperkuat, guna meningkatkan perekonomian.

“Saya selalu tekankan untuk melakukan rembug nyekrup, jangan sampai dilonggarkan, maka ini menjadi motivasi bagi kami bahwa esok penuh harapan," katanya.

Khofifah juga menyebutkan dari 9,7 juta UMKM di Jatim, 54 persen merupakan penyumbang PDB di Jatim. Saat ini di Jatim baru 1,16 juta UMKM yang memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat. "Saya sudah mengirimkan usulan ke Bapak Presiden untuk menambah kuota yang memperoleh bantuan adalah 2 juta UMKM," ujarnya.

Atas usulam Gubernur Jatim itu, Menteri Teten menyambut baik. Namun, Teten juga mengatakan bahwa kuota untuk masing-masing kabupaten/kota adalah 20 ribu UMKM. 

“Jadi di Jatim termasuk sudah lebih banyak dari yang lain,” kata Teten.

Teten juga menjanjikan akan ada tambahan baru untuk bantuan kepada UMKM ini. “Mudah-mudahan jika ada tambahan lagi kita, akan perhatikan di Jatim,” kata Teten.[Fhr]


Tinggalkan Komentar