telusur.co.id - Presiden China Xi Jinping menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mendorong kemajuan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam pesan pertukaran ucapan Tahun Baru dengan Putin, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah China, Xinhua, pada Rabu.
Dalam pesannya, Xi mengatakan bahwa tahun 2025 menandai langkah konkret dalam penguatan kemitraan strategis komprehensif China–Rusia untuk era baru.
Dia menegaskan komitmen Beijing untuk terus memperdalam koordinasi dan kerja sama dengan Moskow di berbagai bidang.
Pernyataan Xi muncul di tengah penegasan kembali dukungan Rusia terhadap posisi China terkait Taiwan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya mengatakan Moskow menentang “segala bentuk kemerdekaan” bagi Taiwan dan mengakui pulau tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari China.
Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, TASS, Lavrov menegaskan bahwa posisi Rusia mengenai Taiwan bersifat konsisten dan telah berulang kali ditegaskan di tingkat tertinggi. Menurutnya, isu Taiwan merupakan urusan internal Republik Rakyat China, dan Beijing memiliki dasar sah untuk mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayahnya.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Timur, khususnya antara China dan Jepang. Ketegangan memanas sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu menyatakan bahwa serangan China ke Taiwan dapat dikategorikan sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang, sehingga berpotensi membuka jalan bagi penerapan hak pertahanan kolektif.
Sumber Anadolu




