telusur.co.id - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy memperingatkan kasus pemotongan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat jangan sampai terjadi lagi.
Hal itu disampaikan Muhadjir menanggapi adanya kasus pemotongan bansos yang terjadi di beberapa tempat.
Peringatan yang disampaikan Muhadjir ini ditujukan kepada semua pihak, terlebih bagi aparat perangkat kelurahan/desa dan pihak RT/RW yang melakukan pendistribusian bansos tersebut.
"Ingat ini orang lagi susah jangan memanfaatkan orang susah untuk kepentingan pribadi ya," jelas Muhadjir dalam keterangannya, Rabu (4/8/21).
Pemerintah terus berupaya mencairkan berbagai bantuan jaring pengaman sosial untuk warga di masa pandemi Covid-19 mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
Muhadjir menegaskan, Presiden Joko Widodo meminta agar bansos harus sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan. Untuk itu, dia menekankan aparat kelurahan/desa dan RT/RW untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bansos.
"Saya pesan kepada pemerintah daerah utamanya perangkat desa agar betul-betul melihat warganya agar jangan sampai kelewatan tidak mendapatkan bantuan," pungkasnya. [Tp]
Menko PMK Peringatkan Kasus Pemotongan Bansos Jangan Sampai Terjadi Lagi
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. (Ist)



