telusur.co.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong KSP Balo’ta untuk menciptakan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang baru.
Menurut Ferry, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan bahwa garis ideologi ekonomi harus kembali sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
"Artinya, harus kembali ke nilai-nilai dasar kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong," kata Ferry dalam kunjungan kerja ke KSP Balo’ta, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (30/8/2026).
Ferry percaya, meskipun sekarang masih kegiatan utamanya simpan-pinjam, tapi KSP Balo’ta ini punya garis ideologi dan nilai-nilai dasar ekonomi yang tetap konsisten dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendiri Republik.
Karena itu, kata Ferry, dengan segala hormat, pihaknya akan menghormati konsistensi dari KSP Balota. Makanya, kehadirannya ke Tana Toraja adalah ingin mendukung sepenuhnya perkembangan dari KSP Balota, bahkan juga akan mendorong supaya KSP Balota dan KSP-KSP yang lain itu bisa maju berkembang secara lebih signifikan.
Dia menjelaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat orang meminjam uang. Koperasi harus menjadi tempat masyarakat membangun kekuatan ekonomi. Koperasi harus menjadi tempat anggota mendapatkan akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah. Ia melihat apa yang dilakukan KSP Balo’ta sebagai sesuatu yang penting.
“Koperasi ini tidak hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, tetapi juga melakukan pembinaan kepada anggota, termasuk para petani. Kita melihat adanya kegiatan pembinaan petani, pengembangan perkebunan percontohan kopi. Ini harus terus diperkuat. Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong menjelaskan bahwa koperasi adalah soko guru dan pilar utama perekonomian. Artinya, kita harus bisa mendukung pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan memercayakan pengembangan industri atau pengembangan koperasi ini menjadi soko guru di Indonesia. Baik melalui koperasi-koperasi yang sudah ada maupun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
“Kami melaporkan di Toraja Utara, koperasi yang aktif setelah pemekaran itu ada sekitar 49 koperasi. Pembangunan KDMP yang sudah rampung 100% sebanyak 19 KDMP. Sementara berproses konstruksinya sekitar 4 unit. Ada yang sudah 90%, ada yang masih 60%. Dari target 151 KDKMP. Kami pemerintah daerah harus betul-betul mengawal,” tegas Bupati.
Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga menambahkan sangat bangga Menkop bisa hadir ke KSP Balo’ta Tana Toraja.
Dilaporkan bahwa KSP Balo’ta Tana Toraja mengalami peningkatan aset dari Tahun 2014 sampai sekarang sebesar 609%. Aset per Juli 2026 sebanyak Rp1,9T dan pihaknya dilibatkan oleh Pemda untuk membina 200 pengurus KDKMP.
Selain itu, ia menambahkan Kemenkop melalui LPDB juga telah memberikan dukungan bantuan berupa fasilitas modal kerja dari waktu ke waktu diberikan pembiayaan.
“Kurang lebih 40 KDKMP yang ada di kabupaten Tana Toraja dan Toraja utara bisa bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional dan bisa menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ucapnya.[Nug]



