Muhammadiyah: Jika PPKM Diperpanjang Lagi, Pemerintah Jangan Maju Mundur - Telusur

Muhammadiyah: Jika PPKM Diperpanjang Lagi, Pemerintah Jangan Maju Mundur


telusur.co.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, berharap pemerintah percaya diri dengan keputusan-keputusannya dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Termasuk jika PPKM Level 4 nantinya diperpanjang setelah berakhir pada 2 Agustus.

Menurut Haedar, sikap percaya diri pemerintah ditunggu oleh masyarakat yang mengharapkan kepastian kebijakan.

"Perlu ada konsistensi agar PPKM darurat sampai Level 4 itu terus dijaga. Kalau toh nanti diperpanjang lagi, ya pemerintah itu harus firm banget. Tidak usah maju mundur," kata Haedar dalam dialog virtual antara Kemenko Polhukam dan PP Muhammadiyah, dikutip dari YouTube Kemenkopolhukam, Rabu (28/7/21).

Haedar menegaskan, sikap percaya diri dalam suatu kebijakan akan memengaruhi psikologi masyarakat. Karena, masyarakat menunggu kepastian sikap pemerintah dalam setiap upaya penanganan pandemi Covid-19. Kepastian sikap itu, lanjut dia, penting dalam upaya menghadapi masalah pandemi secara bersama-sama.

"Karena apa? Kepastian itu yang diharapkan oleh rakyat, oleh masyarakat, dalam kita menghadapi masalah," ujarnya.

Haedar mengungkapkan keyakinanya bahwa pemerintah masih mendahulukan kepentingan keselamatan dan kesehatan masyarakat dibanding masalah ekonomi. Sebab, kata dia, itu merupakan yang paling utama. 

"Saya yakin pemerintah tetap akan satu koneksi di bawah kepentingan memecahkan masalah kesehatan penyelamatan jiwa rakyat, kemudian paling utama kemudian bagaimana aspek ekonomi dan lain-lain itu juga bisa tetap terjaga. Sempurna tidak bisa pada situasi ini, tapi ada pilihan-pilihan yang firm menurut saya," katanya.

Masih kata Haedar, Muhammadiyah selama ini memiliki banyak kesamaan dengan pemerintah. Terutama dalam hal penanganan pandemi Covid-19. Muhammadiyah dan pemerintah kerap sejalan dalam memandang pandemi. Baik dari sisi ilmiah maupun dari perspektif agama. 

"Kami di Muhammadiyah banyak seirama dan bertitik temu dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani Covid baik secara keilmuan, maupun keagamaan,” tukas Haedar.[Fhr] 

 


Tinggalkan Komentar