NasDem Harapkan Muktamar NU Lahirkan Kepemimpinan Yang Kuat - Telusur

NasDem Harapkan Muktamar NU Lahirkan Kepemimpinan Yang Kuat

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Moh Haerul Amri

telusur.co.id - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Moh Haerul Amri berharap pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 22-23 Desember 2021 di Lampung berjalan sukses dan menghasilkan kepemimpinan yang kuat bagi NU kedepan.

“Siapapun tokoh yang terpilih di Muktamar nanti merupakan pilihan yang terbaik bagi NU,” ungkap Moh Haerul Amri dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Politisi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini mengharapkan agar pihak yang menang bisa merangkul yang kalah. Sebab, politik NU adalah politik kebangsaan, politik yang merangkul semua kekuatan politik, berpijak pada plurasime, toleransi serta menghormati kebhinekaan. 

“Kita ingin pasca Muktamar tidak ada lagi perpecahan. Semua bersatu padu untuk ummat dan untuk Indonesia yang lebih baik,” harap Sekretaris Jenderal DPP GP NasDem.

Seperti diketahui, di Muktamar NU ada tiga nama bakal calon Ketua Umum PBNU. Ketiganya adalah KH Prof Dr KH Said Aqil Siradj, KH Dr As'ad Said Ali, KH Yahya Cholil Staquf.

Bagi Aam, biasa Moh Haerul Amri disapa, ketiga tokoh yang masuk dalam nominasi calon ketua umum PBNU merupakan tokoh terbaik. Maka, siapapun yang terpilih harus dihormati dan ditaati oleh seluruh pihak.

“Kader NU yang menjadi peserta Muktamar diharapkan mampu membahas dan mencari solusi dari berbagai problem umat dan bangsa,” ujarnya.

Tak itu saja, Aam juga menginginkan kedepan terjadi sinergitas antara NU dengan Partai NasDem. Karena bagaimanapun, Partai Nasdem sebagai penyalur dan penghubung misi NU tergambar nyata melalui program, struktur dan platform. Sejumlah program Partai Nasdem di-design seiiring dengan perjuangan NU.

“Partai Nasdem sebagai salah satu kekuatan nasional, sangat ideal bermitra dengan NU, baik terkait urusan nasional (kerakyatan/keumatan), dan lebih-lebih masalah internasional: politik bebas aktif, non-blok demi terwujudnya misi besar NU membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin," tandasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar