Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Tawuran di Karawang - Telusur

Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Tawuran di Karawang

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

telusur.co.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak aparat kepolisian bertindak tegas terhadap para pelaku aksi tawuran yang berujung pada penganiayaan terhadap korban salah sasaran di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menurut Sahroni, seluruh pelaku yang terlibat harus segera ditangkap dan diproses hukum karena tindakan kekerasan yang dilakukan sudah tidak dapat ditoleransi, terlebih korbannya sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut.

"Korban cuma sedang nongkrong di warung, tidak mengganggu siapa pun, tapi malah dianiaya dan dirampas motornya," kata Sahroni di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menilai aksi tersebut sudah melampaui batas kenakalan remaja dan telah masuk kategori tindak kriminal yang mengancam rasa aman masyarakat.

Menurutnya, ketegasan aparat penegak hukum sangat diperlukan agar para pelaku tawuran dan kejahatan jalanan menyadari bahwa perbuatannya akan berujung pada konsekuensi hukum yang berat.

"Jangan sampai ada kesan bahwa aksi tawuran, begal, dan kekerasan jalanan ini hal biasa. Masyarakat berhak merasa aman saat beraktivitas, baik saat bekerja malam, pergi ke pasar, beribadah subuh, maupun sekadar berkumpul dengan teman," tegas Sahroni.

Viral di Media Sosial

Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan terhadap dua remaja di Dusun Cirejag, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, viral di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) itu memperlihatkan kedua korban diserang saat sedang berada di lokasi dan kemudian kehilangan sepeda motor mereka.

Pihak Polres Karawang telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi dua pelaku yang berinisial AG dan SP.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua pelaku diduga salah mengenali identitas korban dan mengira dua remaja warga Kecamatan Klari tersebut merupakan anggota kelompok lawan yang tengah mereka cari.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya aksi tawuran dan kejahatan jalanan yang tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut. Sahroni pun berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap seluruh pelaku dan memberikan efek jera demi menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.


Tinggalkan Komentar