Pakar: Dokter Terbang dan Ambulans Udara Harus Didukung Kelengkapan Sistem - Telusur

Pakar: Dokter Terbang dan Ambulans Udara Harus Didukung Kelengkapan Sistem

Ilustrasi

telusur.co.id - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto soal dokter terbang dan ambulans udara. Namun, layanan itu harus didukung persiapan, sistem, dan kelengkapan tenaga kesehatan di daerah.

"Pertama, tentu kita menyambut baik kalau akan diadakan kegiatan ambulans udara dan dokter terbang ini untuk menolong warga yang sakit," kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, dasar Universal Health Coverage adalah semua warga mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu, termasuk di wilayah terpencil. 

"Tentu saja perlu ditegaskan bahwa kegiatan ini harus dilakukan dengan persiapan dan perencanaan yang baik dan secara rinci pula," ujarnya.

Kedua, Prof. Tjandra menekankan pelayanan kesehatan tidak bisa hanya satu sekuen. Harus ada analisis diagnosis, tindakan medis, dan penanganan pasca tindakan setelah dokter atau ambulans terbang meninggalkan lokasi.

"Artinya harus ada sistem, SDM dan juga sarana dan prasarana kesehatan untuk mempersiapkan sebelum ambulan/dokter terbang tiba di lokasi, dan juga melanjutkan penanganan pasien sesudah tindakan," katanya.

Ketiga, ia menyoroti tantangan lain dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026. Saat ini hampir semua Puskesmas belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

"Ini jelas-jelas merupakan masalah dan tantangan yang besar. Pelayanan kesehatan tentu bukan hanya mengobati mereka yang sudah sakit, tetapi juga menjaga masyarakat tetap sehat. Semua ini membutuhkan pelayanan kesehatan primer di Puskesmas yang harus didukung kelengkapan SDM," tegasnya.

Sebagai penutup, Prof. Tjandra menyebut konsep dokter terbang adalah pelayanan gawat darurat aeromedikal untuk daerah terpencil. Dua perintisnya di dunia adalah Royal Flying Doctor Service di Australia dan AMREF Flying Doctors di Afrika.

"Kalau memang kegiatan dokter terbang akan dilakukan di negara kita maka akan baik kalau dilakukan bench-mark dari dua kegiatan di Australia dan Afrika ini," pungkasnya.[Far] 


Tinggalkan Komentar