telusur.co.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) diharapkan bisa melayani pelaku usaha khususnya koperasi lebih cepat lagi, lebih friendly, dan lebih trengginas dalam melakukan 'jemput bola' kepada koperasi di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menjelaskan, LPDB kini masuk lembaga pembiayaan yang sehat dan dipercaya oleh Presiden, karena telah mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya.
"LPDB-KUMKM ditugaskan untuk menggulirkan dana program PEN senilai Rp1 triliun. Dua hari yang lalu sudah 100 persen. Kemudian, tugas itu akan ditambah lagi, dalam rangka memberikan akses pembiayaan kepada koperasi yang lebih besar," kata Rully usai melantik Ari Permana sebagai Direktur Pembiayaan Syariah LPDB yang baru, di Gedung Pasca Sarjana Universitas Pasundan (Unpas), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/10/20).
Rully mengatakan, dana PEN akan ada penambahan. Hal itu dilakukan demi mempercepat program PEN dengan jangkauan lebih luas.
Rully meyakini saat ini sudah ada perubahan paradigma. Di mana, Kemenkop melayani koperasi. Sehingga para UMKM nanti datang ke koperasi.
"Mereka diharuskan menjadi anggota koperasi. Dengan demikian, semakin banyak para pelaku usaha mikro dan kecil yang bisa dilayani dengan pola seperti itu," papar Rully.
Dengan pola seperti ini, UMKM yang ada di Papua, tidak harus datang ke Jakarta lagi. "Yang dari Maumere tidak harus datang ke Jakarta. Mereka cukup memberikan pembiayaan kepada UMKM setempat. Jadi, mereka langsung berhadapan dengan koperasi," terang Rully.
Rully berharap Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM yang baru mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan jabatan yang dibebankan di atas pundaknya.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana meyakini, LPDB bisa menjadi pintu pertama bagi koperasi.
"Bila itu tercapai, koperasi bisa menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan. Karena memang sekarang, kondisinya seperti ini. Sementara lembaga keuangan lain menahan, LPDB-KUMKM dibuka terus untuk koperasi" ucap Ari.
Pasalnya, koperasi adalah entitas ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat dan koperasi bisa mengembangkan produktivitas di masyarakat. "Biar produktivitas anggotanya meningkat, hingga semua produk-produk masyarakat bisa terbiayai. Kalau itu sudah terwujud, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan," jelas Ari.
Terlebih lagi, LPDB sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. "Kita dalam waktu dua bulan kemarin diminta menyalurkan Rp1 triliun. Kita bisa menyalurkan terus dan sedang menunggu perintah terbaru lagi terkait PEN," pungkas Ari.[Fhr]



