telusur.co.id - Deputi bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM, Arif Rahman Hakim mengatakan, permintaan ekspor kerajinan anyaman Indonesia rata-rata baru terpenuhi 25 persen.
Permintaan itu berasal dari Australia, Jepang, Jerman, Swedia, Belgia, Spanyol, Swiss, Belanda, Yunani, Thailand, Dubai, India, AS, Kanada dan Afrika Selatan.
"Khusus permintaan buyer dari Australia dan Jepang belum dapat terpenuhi karena kurangnya SDM anyaman yang berkualitas," kata Arif Rahman Hakim, saat membuka pelatihan kewirausahaan dengan tema "UMKM eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi dan new normal Covid-19" di Kendal, beberapa waktu lalu.
Pelatihan ini menggandeng PT Inizio sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman melakukan ekspor furniture dan kerajinan anyaman.
Kedua pihak saling bersinergi dalam meningkatkan keterampilan UMKM kerajinan anyaman, agar dapat bermitra dan dilakukan pendampingan dalam mengakses pasar ekspor.
Arif Rahman juga menekankan, agar Pemerintah Daerah dan UMKM tidak menyerah kepada keadaan. Karena segala upaya pasti akan membuka jalan untuk kemajuan UMKM Indonesia.
Ia mendorong agar Pemerintah Daerah dapat memaksimalkan DAK Nonfisik PK2UKM untuk potensi ekspor produk UMKM. Tahun 2020 ada 34 propinsi dan 253 kab/kota penerima DAK Nonfisik PK2UKM, namun yang Kemenkop ketahui ada 3 propinsi yang memanfaatkan untuk mengembangkan SDM KUMKM berorientasi ekspor yakni Jawa Tengah, Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.
Jawa Tengah berupa produk kerajinan anyaman dengan peluang ekspor ke Eropa, Asia, Amerika, Afrika Selatan, Australia dan Jepang. Kepulauan Bangka Belitung berupa produk lidi nipah dengan peluang ekspor ke Nepal, India, pakistan, Afghanistan, Bangladesh, Jepang serta produk Buah Nanas Kaleng dengan peluang ekspor ke Rusia dan Negara Eropa Timur. Kalimantan Barat berupa hewan ternak kambing dan domba dengan peluang ekspor Kuching, Malaysia, 1.000 ekor perbulan.
Kemudian lada hitam dan lada putih dengan peluang ekspor seluruh dunia, permintaan terbesar ke Jerman, Perancis dan Singapura.
"Kami berharap setelah pelatihan ini selesai dapat dilanjutkan dengan pelatihan tingkat lanjutan oleh DinaskopUKM Provinsi Jateng melalui DAK Nonfisik PK2UKM untuk selanjutnya dilakukan pendampingan, sehingga kerajinan anyaman UMKM Indonesia dapat menembus pasar dunia," harap Arif Rahman.[Fhr]



