Pengprov PSTI Jatim 2025-2029 Dilantik, Aries: Target Jatim menjadi Barometer Sepak Takraw Nasional - Telusur

Pengprov PSTI Jatim 2025-2029 Dilantik, Aries: Target Jatim menjadi Barometer Sepak Takraw Nasional

Giat pelantikan Pengprov PSTI Jatim masa bakti 2025-209 di Surabaya, dinakhodai Aries Agung Paewai (paling tengah depan)

telusur.co.id - Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur masa bakti 2025-2029 resmi dilantik. Pelantikan tersebut digelar di Ballroom Hotel Platinum Tunjungan Surabaya. Minggu, (15/2/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet sepak takraw secara berjenjang serta mendorong terbentuknya liga kompetitif yang berkesinambungan di Jawa Timur.

Ketua Umum PB PSTI, Surianto menjelaskan bahwa, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan atlet sepak takraw. Ia berharap kepengurusan baru dapat fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini hingga dewasa.

“Saya berharap Ketua Umum Pengprov PSTI Jawa Timur bisa menggalakkan pembinaan atlet mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa. Jawa Timur memiliki potensi besar di cabang sepak takraw, dan ini menjadi harapan kami agar atlet-atlet daerah mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun internasional,” papar Surianto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil memgatakan, semangat PB PSTI dalam mengembangkan sepak takraw dari sekadar kompetisi biasa menuju sistem liga yang terstruktur.

Menurutnya, liga dan kompetisi resmi sangat penting untuk meningkatkan jam terbang atlet sekaligus membangun kepercayaan diri melalui pertandingan yang berkesinambungan.

“Penguatan jam terbang melalui event resmi, baik nasional maupun internasional, sangat penting. Atlet yang sering bertanding akan lebih matang secara mental dan psikologis,” urai mantan Komisioner KPU Jatim ini.

Pria asal Probolinggo ini juga menilai, Jawa Timur memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan berbagai kejuaraan, mulai dari Kejurprov hingga Jawa Timur Open, sebagai bagian dari seleksi awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Muhammad Nabil menambahkan bahwa, sepak takraw merupakan cabang olahraga terukur yang minim rekayasa, sehingga sangat ideal untuk pembinaan prestasi jangka panjang.

“Sepak takraw ini olahraga terukur dan relatif kecil intervensi non-teknis. Daerah lain seperti Sulawesi bisa berprestasi, tentu Jawa Timur juga mampu,” jelas peraih Person of The Year 2023 dari Radar Surabaya ini.

Alumni aktivis HMI ini berharap, ke depan prestasi sepak takraw Jawa Timur dapat kembali meningkat setelah sebelumnya mengalami penurunan raihan medali di ajang PON.

Dalam kesempatan yang sama, juga diluncurkan buku panduan pembinaan sepak takraw Jawa Timur. Buku tersebut diharapkan menjadi acuan bagi 29 pengurus cabang (Pengcab) PSTI di kabupaten/kota.

“Buku ini menjadi panduan penting agar pembinaan atlet berjalan sesuai koridor dan berbasis sport science,” ucap mahasiswa yang sedang menempuh program S3 Unair ini.

Sementara itu, Ketua Pengprov PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai menuturkan bahwa, apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan akan membawa perubahan besar dalam tata kelola dan pembinaan sepak takraw di Jawa Timur.

“Kami ingin menghadirkan napas baru, mulai dari pelatih, wasit, hingga pembinaan atlet berjenjang. Target kami jelas, Jawa Timur menjadi barometer sepak takraw nasional,” tandas eks PJ Wali Kota Batu ini.

Mantan Kabiro Humas Pemprov ini menekankan, pentingnya kompetisi berjenjang, termasuk liga dan turnamen lokal, sebagai fondasi pembinaan atlet menuju prestasi dunia.

Selain itu, alumnus IPDN 1999 ini menambahkan bahwa, buku panduan yang diluncurkan menjadi implementasi nyata sport science dalam pembinaan atlet, mencakup aspek fisik, postur tubuh, nutrisi, kesehatan, hingga pola latihan yang terukur.

“Boleh berinovasi, tetapi pakem pembinaan harus jelas. Prestasi lahir dari bibit yang benar dan pembinaan berbasis sport science,” tutup pria asal kelahiran Makassar, Sulsel ini. (ari)


Tinggalkan Komentar