Penyanyi Rap AS Kecam Joe Biden dan Serukan Kemerdekaan Palestina - Telusur

Penyanyi Rap AS Kecam Joe Biden dan Serukan Kemerdekaan Palestina

Gadis kecil Palestina, Syahidah Hind Rajab dan Macklemore. (Foto: Parstoday).

telusur.co.id - Lagu anyar penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS), Macklemore, baru-baru ini begitu dipuji banyak orang dan disanjung para penentang pemerintah Washington.

Sampai sekarang lagu Macklemore tersebut sudah ditonton puluhan juta kali oleh para pengguna media sosial dan mendapatkan jutaan like.
 
Rapper dengan nama lengkap Benjamin Hammond Haggerty itu merilis lagu baru berjudul Hinds Hall, yang terinspirasi dari nama gadis Palestina, Hind Rajab, yang Ameninggal dunia di tangan kebengisan tentara Israel di Gaza.
 
Dikutip dari Parstoday, Sabtu (11/5/24), Macklemore, dalam lagunya mengkritik pemerintahan Presiden Joe Biden, dan berjanji akan menyumbangkan pendapatan dari lagunya yang diunggah di laman pribadinya untuk UNRWA, Badan Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina.
 
Di sisi lain, dalam beberapa hari terakhir dunia musik rap sedang diramaikan dengan "pertarungan" penyanyi rap Kanada, Drake, dan rapper AS, Kendrick Lamar, namun ternyata masih bisa ditemukan orang yang punya kegelisahan serius dan kepedulian nyata.
 
Mackelmore, di akun-akun pribadinya di media sosial mengunggah lagu barunya berjudul Hinds Hall, yang mendukung mahasiswa AS pendukung Palestina. Rapper ini memprotes pemerintahan Biden dalam waktu kurang dari tiga menit.
 
Penyanyi rap AS ini juga menuntut gencatan senjata di Gaza dan mengutuk aksi-aksi kekerasan polisi AS terhadap orang-orang yang mendambakan perdamaian. Pendapatan yang diperoleh dari lagu ini, setelah disimpan di aplikasi-aplikasi streaming musik, akan diserahkan ke UNRWA dan pengungsi Palestina.
 
Judul lagu ini terinspirasi dari nama seorang gadis kecil Palestina berumur enam tahun, Hind Rajab, yang gugur di tangan tentara Israel, dan dijadikan nama pengganti sebuah gedung di Universitas Columbia, Hamilton Hall, oleh para mahasiswa pro-Palestina. Video klip lagu Macklemore memperlihatkan aksi kekerasan polisi dan ledakan-ledakan bom di Gaza.
 
Lagu itu diawali dengan mengutip lirik lagu grup musik hip hop anti-polisi AS tahun 1988, N.W.A, "ketika aku berusia tujuh tahun aku belajar dari Cube dan Eazy-E, belajar apa? Ya, persetan dengan polisi". Kemudian ia membela para mahasiswa yang dituduh anti-semit, "kita menyaksikan kebohongan mereka yang menyebut anti-Zionis, adalah anti-Yahudi, aku menyaksikan saudara dan saudari Yahudi ikut protes, menunjukkan solidaritas dan berteriak Free Palestine."
 
Sebagaimana dilaporkan The Guardian, lebih dari 2.000 mahasiswa AS ditangkap karena menggelar demonstrasi damai membela rakyat Palestina dan mengecam Israel.
 
Dalam lagunya, Macklemore juga menyinggung nama Biden serta mengecam sistem yang menurutnya didukung oleh kelompok supremasi kulit putih dan sayap kanan ekstrem.
 
Selain itu, Macklemore juga mengkritik penutupan TikTok di AS. 

"Kalian dapat membeli Metta, tapi tidak saya. Kalian bisa menutup TikTok dan menghapus kami dari algoritma, tapi semuanya sudah terlambat, kami telah menyaksikan hakikat, kami menyaksikannya, menyaksikan dengan mata sendiri para pengungsi, gedung-gedung, para ibu, anak-anak, dan seluruh lelaki yang kalian bunuh," kata Macklemore.
 
Setelah itu, Macklemore mengkritik pemerintahan Presiden Joe Biden. 

"Cerita kalian berlumur darah. Biden, kami menyaksikan semuanya. Tentu saja tidak, saya tidak akan memilihmu di musim gugur," ujarnya.
 
Dalam lagunya, Macklemore kembali ke rap yang sadar, dan menyinggung peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia hip hop, kemudian mengkritik rekan-rekannya yang hanya diam menyaksikan kejadian terkini di dunia.
 
"Apa yang sedang terjadi bagi seniman? Apa yang kalian katakan? Kalau saya bekerja untuk perusahaan musik, mungkin saya sudah dipecat hari ini. Saya akan baik-baik saja, karena ini saya tulis dari kedalaman hati. Saya menginginkan gencatan senajta, siapa yang peduli dengan jawaban Drake. Apakah kalian siap mengambil risiko? Siapkah kalian mengorbankan sesuatu?" ungkapnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar