telusur.co.id - Kopi yang mulai banyak digemari masyarakat dunia termasuk kopi gayo dimasa merebaknya wabah pandemi covid-19 mengalami keterpurukan.
Hal itu, terlihat dari aktivitas ekspor komoditas Kopi Arabica Gayo ke pasar Internasional semakin terpuruk akibat pandemi COVID-19, bahkan permintaan anjlok mencapai 70 persen.
Demikian diungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Aceh Tengah Joharsyah, Sabtu, (10/10/20)
"Jadi kalau kita lihat itu terjadi penurunan yang sangat signifikan sampai 70 persen. Itu berdasarkan hasil meeting kami beberapa hari lalu dengan Fair Trade," kata Joharsyah.
Dikatakannya, Pemkab Aceh Tengah masih terus berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut agar komoditas kopi hasil panen tidak menumpuk di gudang, apalagi harus tertahan di tingkat petani.
"Jadi kita sudah banyak lakukan komunikasi secara nasional maupun Internasional, tapi memang seluruhnya sedang dalam kondisi sulit," ungkapnya.
Kalau pemerintah daerah disuruh beli kopi, lanjut dia, pertama pemerintah kan tidak pernah melakukan bisnis kopi, jadi setelah dibeli mau dibawa kemana. Kemudian uangnya juga dari mana.[fhr]



