Pertanyakan Kemanjuran Vaksin Sinovac, PDI Perjuangan : Apa Kabar Vaksin Merah Putih? - Telusur

Pertanyakan Kemanjuran Vaksin Sinovac, PDI Perjuangan : Apa Kabar Vaksin Merah Putih?

Ananta Wahana

telusur.co.idJakarta, – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, St Ananta Wahana mengajukan sejumlah pertanyaan ke Menteri BUMN dan Bio Farma, terkait upaya pemerintah untuk mengantisipasi Covid-19 dengan menggunakan Vaksin buatan Sinovac. Pasalnya, kemanjuran vaksin buatan sinovac itu masih diragukan.

Ananta Wahana mencntohkan, di Brazil, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac hanya 50,4 persen saja. Data itu tak berbanding lurus dengan perkiraan sebelumnya, yakni 70 hingga 90 persen.

“Vaksin ini kan, baru bisa terlihat efektivitasnya dalam menciptakan imunitas warga dalam 10 bulan ke depan,” kata Ananta saat Rapat Kerja dengan Kemeterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan juga Bio Farma, Rabu (20/01/2020).

“Maka bagaimana pemerintah, dalam hal ini Menteri dan Bio Farma, mengantisipasi jika angka kemanjuran vaksin berada di bawah level yang diharapkan? Apa rencana lapis keduanya? Apakah dengan memperbayak ragam vaksin dari jenis lain atau bagaimana?,” lanjut Ananta.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza itu, Ananta juga bertanya terkait sinkronisasi data antara Bio Farma selaku badan yang diberi penugasan, dengan instansi terkait, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait akurasi data yang pernah terjangkit virus Corona. Hal tersebut agar data antar lembaga itu tidak terjadi tumpang tindih.

Presidium GMNI tahun 1989 itu mengungkapkan, rata-rata vaksin yang tersedia di pasar saat ini, mengandung keterangan tidak bisa diberikan kepada mereka yang pernah terjangkit COVID-19. 

“Soal data, kebanyakan vaksin yang tersedia di pasar sekarang, “Tidak Boleh atau Tidak Bisa” diberikan kepada mereka yang sebelumnya sudah pernah terjangkit COVID-19, karena bisa berdamapak pada kondisi lebih buruk,” ujarnya.

Pertanyakan Vaksin Merah Putih

Sekretaris Badiklat DPP PDI Perjuangan ini juga menyinggung persoalan ekonomi. Baginya, Indonesia harusnya bisa menggenjot vaksin dalam negeri. Dengan begitu, Indonesia bisa menjual ke negara lain, yang nantinya bisa mendapatkan keuntungan dari vaksin tersebut. 

Selain itu, kata Ananta, dengan adanya vaksin dalam negeri, pemerintah bisa menyediakan kebutuhan vaksin dengan harga yang lebih murah.

“Sampai sekarang belum ada lagi kabar beritanya soal Vaksin Merah-Putih. Ini sampai di mana tahapannya?” Tanya Ananta.

Kendati demikian, Ananta mengakui, dia dan Komisi VI DPR Ri secara umum, perlu memberikan apresiasi tinggi terhadap Kementerian BUMN dan Bio Farma dalam hal penyediaan vaksin. Sebab, hal itu bukan perkara mudah, mengingat, semua negara sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Padahal, dalam waktu yang sama, APBN Indonesia mengalami tekanan berat akibat Pandemi.

“Sekali lagi, salut untuk BUMN. PDI Perjuangan sendiri sebagai partainya Wong Cilik, sangat menghargai dan mendukung upaya pemerintah, untuk menyediakan vaksin gratis bagi seluruh rakyat,” katanya. 

“Kalau ini bisa terealisasi di tengah beratnya kondisi ekonomi rakyat dan negara, maka, ini menjadi sebuah prestasi gemilang yang akan diingat sepanjang sejarah. Kalaupun tidak gratis, paling tidak dimurahkan atau disubsidi oleh negara, khususnya bagi tenaga kesehatan,” tambah Ananta Wahana. (Alf)


Tinggalkan Komentar