telusur.co.id, Jakarta - Ketua Tim Covid Fraksi PKS di DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika melakukan proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada para pengungsi bencana alam diberbagai daerah.
Menurut Netty, penerapan protokol kesehatan diwilayah bencana itu dimaksudkan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.
"Meskipun kondisinya crowded, evakuasi dan penyaluran bantuan kepada pengungsi harus tetap menaati protokol kesehatan. Penyaluran bantuan yang tidak taat prokes berisiko memperparah kondisi kesehatan masyarakat dan menambah jumlah kasus Covid-19 di tanah air," kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (06/12/2020).
Ditegaskan Istri Mantan Gubernur Jawa Barat itu, penerapan protokol kesehatan di wilayah bencana, semisal di tempat pengungsian, dapur umum dan posko bencana harus diterapkan secara disiplin.
"Kita tidak ingin muncul klaster pengungsian yang akan menyebabkan lonjakan kasus dan menambah beban bagi para pengungsi," katanya.
Selain itu, Anggota Komisi IX DPR RI ini juga meminta pemerintah untuk memastikan kecukupan kebutuhan para pengungsi.
"Kebutuhan para pengungsi harus tercukupi, baik pada saat di lokasi pengungsian mau pun setelah kembali ke rumah," katanya.
"Pemerintah harus mendata apa saja kebutuhan masyarakat, terutama sarana prasarana untuk menjalankan prokes sehari-hari," tambah dia.
Ajak Kader PKS Bantu Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Bencana
Ketua DPP Bidang Kesos ini juga mengimbau seluruh kader dan struktur PKS diberbagai daerah untuk terlibat aktif dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.
"Kader PKS harus siap siaga melindungi keluarga dan melayani masyarakat terdampak. Pastikan kader PKS hadir sebagai pelayan rakyat di garda depan," kata dia.
"Logo baru PKS berwarna oranye identik dengan aksi kerelawanan. Mari kita optimalkan pusat khidmat PKS dan konsolidasikan gerakan tanggap bencana di seluruh Indonesia," tambah dia.



