Politisi PKB Desak Proyek Double-Double Track Diperpanjang hingga Cikarang - Telusur

Politisi PKB Desak Proyek Double-Double Track Diperpanjang hingga Cikarang

Sumber foto: dok telusur.co.id

telusur.co.id - Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menilai proyek pembangunan jalur Double-Double Track (DDT) di lintas Bekasi–Cikarang menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurai kepadatan perjalanan kereta sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi rel di kawasan penyangga ibu kota.

Menurutnya, saat ini pembangunan DDT baru mencapai Stasiun Bekasi dan belum diteruskan hingga Stasiun Cikarang. Padahal, jalur tersebut merupakan lintasan utama yang dilalui kereta komuter maupun kereta jarak jauh setiap hari.

“Jadi memang double-double track ini baru sampai di Stasiun Bekasi. Bekasi sampai Cikarang belum. Memang bagusnya dan sempurnanya itu kalau double-double track sampai dengan Cikarang, karena kereta Commuter Line-nya melayani sampai Cikarang,” ujar Sudjatmiko dalam diskusi dialektika di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (30/4/2026)

Ia menjelaskan, keberadaan jalur ganda terpisah sangat penting agar operasional kereta komuter dan kereta jarak jauh tidak saling mengganggu. Dengan pemisahan jalur, perjalanan kereta dinilai akan lebih aman, lancar, dan tepat waktu.

“Jadi nanti terpisah antara kereta jarak jauh dan jarak dekat,” katanya.

Sudjatmiko mengungkapkan, pembangunan proyek DDT sebelumnya didukung melalui bantuan pinjaman dari Jepang. Namun realisasinya sejauh ini baru menjangkau wilayah Bekasi.

“Memang kemarin itu kan bantuan dari Jepang. Nah, baru sampai Bekasi. Nanti harapannya ini akan diteruskan sampai Cikarang karena lahannya juga sudah sebagian dibebaskan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah menjadikan pengembangan DDT sebagai momentum untuk melakukan penataan besar terhadap jalur kereta nasional, khususnya pada lintasan yang melayani perjalanan komuter dan kereta antarkota secara bersamaan.

“Ini momentum, nanti kita untuk khusus jalur kereta yang melayani komuter dan kereta jarak jauh itu wajib menggunakan double-double track. Jadi terpisah, jalurnya terpisah,” tegasnya.

Pengembangan DDT dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi kepadatan lintasan kereta di kawasan Jabodetabek, terutama di koridor timur yang setiap harinya dipadati perjalanan KRL Commuter Line dan kereta antarkota. Selain meningkatkan kapasitas angkut, proyek ini juga diharapkan mampu menekan keterlambatan perjalanan akibat antrean kereta di jalur yang sama.


Tinggalkan Komentar