PPKM Diperpanjang, Relawan Muhaimin Peduli Bagikan Paket Makanan ke Pengemudi Ojek Online - Telusur

PPKM Diperpanjang, Relawan Muhaimin Peduli Bagikan Paket Makanan ke Pengemudi Ojek Online

(Ist)

telusur.co.idJAKARTA – Keputusan pemerintah memperpanjang PPKM hingga 16 Agustus 2021 membuat warga semakin terdampak. Pembatasan mobilitas membuat banyak masyarakat semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, tak terkecuali para pengemudi ojek online.

Merasa iba dengan kondisi tersebut, sejumah pemuda yang menamakan diri sebagai Relawan Abdul Muhaimin Iskandar yang tergabung dalam Relawan Muhaimin Peduli (RMP) terpanggil untuk terus melakukan aksi sosial dengan membagikan paket makanan untuk para pengemudi ojek online.

Koordinator RMP DKI Jakarta, Badriyanto mengatakan, pengemudi ojek online merupakan salah satu sasaran mereka dalam acara bagi-bagi rejeki yang berlangsung selama sebulan penuh di berbagai daerah.

"Kita perlu memperhatikan nasib pengemudi ojek online, mereka juga sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 ini," kata Badriy saat membagikan makanan untuk pengumudi ojek online di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/08/2021).

Menurut badriy, para pengemudi ojek Online keluar rumah untuk mencari penumpang atau mengantarkan jasa antar jemput makanan atau barang karena tuntutan ekonomi dan tanggung jawab mencari nafkah demi menghidupi keluarganya.

Namun, pada saat PPKM seperti ini, lanjut Badriy, penghasilan para pengemudi ojek online mengalami kemrosotan yang sangat drastis. Hal ini lantaran berkurangnya orderan  jasa antar jemput baik penumpang maupun makanan dan barang lainnya.

"Berdasarkan penuturan para driver Ojol, pendapatan mereka berkurang hingga 80 persen dibandingkan sebelumnya penerapan PPKM," jelas Badriy.

Sementara itu, salah satu pengemudi ojek online, Pak Sukur mengaku sangat terbantu dengan aksi bagi-bagi rejeki yang dilakukan oleh para pengagum Muhaimin Iskandar tersebut.

Menurutnya, bantuan berupa nasi itu sangat membantu karena dapat meringankan biaya operasional mereka disaat orderan penumpang semakin sepi.

"Sekarang kantor banyak yang tutup dan WFH, belum lagi ada penerapan sertifikat vaksin, penumpang jadi sepi," kata Sukur.

Sekedar informasi, sebelumnya, bagi-bagi makanan juga menyasar warga yang sedang jalani isolasi mandiri, pemulung, pengamen jalanan dan anak yatim di panti asuhan. Kegiatan itu berlangsung selama sebulan penuh di berbagai kota di Indonesia.


Tinggalkan Komentar