telusur.co.id - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko meminta pemerintah mengevaluasi petunjuk teknis (Juknis) program tersebut agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Sudjatmiko bilang, tujuan utama BSPS adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Juknis BSPS itu kalau bisa lebih berkeadilan. Tujuannya kan untuk masyarakat tidak mampu supaya rumahnya bisa dibantu,” kata dia usai rapat bersama Kementerian PKP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Selain soal ketepatan sasaran, dia juga menyoroti rendahnya serapan anggaran program perumahan. Sudjatmiko meminta pemerintah mempercepat realisasi anggaran agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Tak hanya itu, Wakil Rakyat Dapil Jawa Barat VI itu juga menyinggung pentingnya aspek lingkungan dalam pembangunan kawasan hunian baru, khususnya terkait kewajiban pembangunan sumur resapan.
Dia menyebutkan, pembangunan perumahan skala besar tanpa pengelolaan tata air yang baik dapat memicu persoalan lingkungan di kawasan perkotaan padat.
Dalam kesempatan yang sama, tutur Sudjatmiko, DPR mempertanyakan validitas data backlog perumahan nasional yang disebut mencapai 9,9 juta unit.
Dikatakannya, Komisi V meminta pemerintah menjelaskan sumber data tersebut agar target pembangunan rumah dapat dihitung lebih akurat.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 400 ribu rumah pada tahun ini dan meningkat menjadi 2 juta unit pada tahun depan.
Lebih jauh, Legislator PKB itu mendukung langkah pemerintah mengambil alih aset-aset negara yang dikuasai pihak ketiga untuk dimanfaatkan sebagai kawasan pembangunan rumah rakyat.
Dia pun menuturkan, pemanfaatan aset negara di kawasan perkotaan penting untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kami mendukung aset-aset negara yang ada di Republik ini harus dikuasai negara untuk pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Sudjatmiko.
Laporan: Malik Sihite



