Puluhan Ribu Buruh Dipastikan Bakal Ikuti May Day di GBK - Telusur

Puluhan Ribu Buruh Dipastikan Bakal Ikuti May Day di GBK


telusur.co.id - Partai Buruh bersama Gerakan Buruh Indonesia akan menggelar dunia kegiatan pada 14 Mei 2021 besok. Pertama, pukul 10 00 – 12.00 WIB dilakukan aksi unjuk rasa di DPR RI, kedua, pada jam  13.00 – 17.30 WIB berupa May Day Fiesta di GBK. 

"Kegiatan ini adalah rangkaian peringatan May Day. Di mana pada tanggal 1 Mei kami juga menyelenggarakan aksi di KPU yang dilanjutkan dengan May Day Fiesta di Gedung Film Usmar Ismail," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal, kepada wartawan, Jumat (13/5/22).

Said Iqbal menjelaskan, dalam kegiatan 14 Mei, karena harus memenuhi protokol Kesehatan, jumlah massa yang seyogyanya 100 ribu dikurangi menjadi 50-an ribu orang. Mereka berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. 

Salain kegiatan di Jakarta, secara bersamaan, juga akan dilakukan aksi serempak di berbagai daerah: 20 ribu buruh di Surabaya, 5 ribu buruh di Semarang, 15 ribu buruh di Batam, 5 ribu buruh di Medan, dan puluhan ribu buruh lainnya yang tersebar di kota-kota industri.

Seperti di Yogyakarta, Aceh, Padang, Bengkulu, Riau, Lampung, Sulawesi, Makasar, Gorontalo, Morowali, Kendari, Bitung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Maluku, Mataram, Ternate, dan beberapa kota industri lainnya.

Dalam acara May Day Fiesta yang diselenggarakan di GBK, akan diisi oleh orasi dari serikat buruh internasional dan Partai Buruh dari negara lain. Dari serikat buruh Internasional adalah Sekjend ITUC Sharan Burraw, Sekjend ITUC AP Shoya Yoshida, Presiden DGB, Konfederasi Serikat Buruh Brasil, Konfederasi Serikat Buruh Australia, Konfederasi Serikat Buruh Finlandia. 

"Sedangkan dari Partai Buruh dari negara lain adalah Partai Buruh Brasil, Australia, dan Finlandia," tegas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini.

Setidaknya, ada 18 tuntutan yang akan disuarakan buruh, yaitu sebagai berikut:

1.Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja; 

2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas;

 3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB; 

4. Tolak upah murah; 

5. Hapus outsourcing; 

6. Tolak kenaikan pajak PPn; 

7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran; 

8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan; 

9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria; 

10. Stop kriminalisasi petani; 

11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis; 

12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS; 

13. Pemberdayaan sektor informal; 

14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja; 

15. Driver Ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya; 

16. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang; 

17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih); dan 

18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.[Fhr]


Tinggalkan Komentar