telusur.co.id - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya Jawa Timur (DPD GRIB Jaya Jatim) menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan agenda besar yakni; Deklarasi dan Konsolidasi DPC se-Jatim pada Bulan Mei. Rakor tersebut digelar di Hedon Estate | Kitchen Lounge, Ngagel, Surabaya. Sabtu, (14/3/2026).
GRIB Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya) adalah organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia. Organisasi tersebut berfokus pada aksi bela masyarakat dan perjuangan keadilan, namun sering menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam aksi premanisme.
“DPC GRIB Jaya yang hadir sekitar 30 orang, pelaporan setiap Korwil untuk merapatkan dan mematangkan barisan kesolidan organisasi GRIB pada acara Deklarasi di bulan Mei, juga akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal”, ungkap Ketua Plt. DPD GRIB Jaya Jatim, Ahmad Fajrul seperti yang dikutip di rednews.co.id. Minggu, (15/3/2026).
“Untuk agenda Deklarasi nanti, diharapkan tiap DPC mengirim 100 orang, kami selaku ketua panitia akan road show keliling keseluruh kartel-kartel di DPC se-Jawa Timur,” tutur Ketua DPC GRIB Jaya Sidoarjo, Slamet.
Pemberian surat mandat oleh Ketua DPD GRIB Jaya Jatim, H. Ahmad Fajrul, S.E. dijalankan sesuai AD-ART dan harus bersinergi dengan Forkopimda setempat, keempat kab/kota, Bangkalan (Kasmu), Jombang (Sigit), Kota Kediri (Basuki), dan Ponorogo (Hari) agar cepat dibentuk di daerahnya masing-masing.
Setelah Deklarasi bulan Mei nanti, ada forum Business Plan dari Pembina DPD GRIB Jaya Jatim. drg. David Andreasmito.
“Setiap DPC GRIB Jaya, bisa mandiri dengan usaha-usaha pertanian dan perikanan lebih baik di masa depan,” ucapnya.
Pembina GRIB Jaya Jatim, drg. David Andreasmito berpesan pada Rakor tersebut, GRIB Jaya seluruh Jawa Timur tiap individu harus memiliki pola pikir yang jernih terhadap keutuhan sebuah Ormas. Diubah pandangannya GRIB Jaya sebagai organisasi pelayan masyarakat, mengadvokasi warga yang sedang membutuhkan.
“Ormas GRIB Jaya se-Jawa Timur harus merubah mindset menjadi ormas yang humanis dan membantu masyarakat dengan pendampingan, sehingga menjauhkan dari tindakan premanisme,” tandas pengusaha pegiat kopi ‘Ramu Coffee 1966’ Umar Patek di Hedon Estate ini. (dea/ari)



