telusur.co.id - Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Surabaya terus memantau perkembangan situasi ketahanan energi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyusul meningkatnya eskalasi geopolitik di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran publik mengenai potensi gangguan distribusi energi global, termasuk terhadap pasokan minyak dan LPG ke Indonesia.
Sebagai organisasi mahasiswa yang fokus pada isu ketahanan energi, DEM Surabaya melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap kondisi distribusi energi di tingkat regional. Berdasarkan komunikasi dan informasi yang diperoleh dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, pasokan energi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ketua Umum DEM Surabaya, Tubagus Rafli menegaskan bahwa, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap situasi yang berkembang di tingkat global, karena sistem distribusi energi nasional telah memiliki mekanisme pengamanan dan mitigasi yang cukup baik di tingkat regional.
Pernyataan Resmi Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus
Menanggapi berbagai kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM dan LPG, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa, ketahanan stok energi di wilayah operasionalnya berada dalam kondisi memadai dan terus dipantau secara berkala.
Menurutnya, meskipun dinamika geopolitik di Timur Tengah mengalami peningkatan tensi, distribusi energi untuk wilayah Jatimbalinus tetap berjalan secara normal melalui sistem logistik yang telah dirancang untuk menjaga stabilitas pasokan.
“Walaupun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas, kami memastikan pasokan BBM dan LPG untuk wilayah Jatimbalinus tetap terkendali. Saat ini, rata-rata ketahanan stok BBM berada pada kisaran 13 hari dan terus diperkuat melalui jadwal suplai rutin yang terkoordinasi dengan baik,” papar Ahad. Kamis, (05/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan di tingkat konsumen.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Kami memantau adanya antrean panjang di beberapa wilayah seperti Jember yang dipicu oleh kekhawatiran yang tidak perlu. Stok kami aman dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat diharapkan tetap membeli sesuai kebutuhan normal,” tuturnya.
Kesiapan Satgas RAFI 1447 H
Sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi peningkatan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina Jatimbalinus juga secara resmi memulai Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1447 H yang akan mulai beroperasi pada 9 Maret 2026. Melalui pembentukan satgas ini, Pertamina memperkuat kesiapan distribusi energi di seluruh wilayah operasional Jatimbalinus agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.
Dalam rangka mendukung kelancaran distribusi tersebut, Pertamina menyiagakan berbagai infrastruktur energi yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Tercatat sebanyak 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.216 agen LPG disiapkan untuk memastikan akses energi masyarakat tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Selain penguatan infrastruktur distribusi, Pertamina juga menerapkan sistem mitigasi logistik melalui skema Regular, Alternative, dan Emergency (RAE). Skema ini dirancang untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan meskipun terjadi kendala operasional maupun gangguan distribusi di lapangan, sehingga stabilitas pasokan energi di wilayah Jatimbalinus tetap terjaga.
Seruan Dewan Energi Mahasiswa Surabaya
Menanggapi perkembangan situasi tersebut, Ketua Umum DEM Surabaya, Tubagus Rafli menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan informasi dan kesiapan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tingkat regional.
Menurutnya, transparansi informasi kepada publik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas psikologis masyarakat di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Surabaya dan wilayah Jatimbalinus untuk tetap tenang serta menjadi konsumen energi yang bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh isu kelangkaan yang belum tentu benar. Berdasarkan informasi yang kami terima, stok energi di terminal distribusi seperti Integrated Terminal Surabaya dan Manggis berada dalam kondisi mencukupi,” jelas Rafli, sapaan akrabnya. Selasa, (10/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa, stabilitas distribusi energi tidak hanya bergantung pada kesiapan operator energi, tetapi juga pada perilaku konsumsi masyarakat.
“Jika masyarakat tetap membeli energi sesuai kebutuhan normal dan tidak melakukan penimbunan, maka stabilitas distribusi energi akan tetap terjaga. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika energi global saat ini,” tutupnya. (ari)



