telusur.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kementerian/lembaga dengan alokasi anggaran terbesar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan RAPBN 2027, BGN mendapat pagu sebesar Rp 240,2 triliun, lebih besar dibandingkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Dari anggaran tersebut, sekitar Rp 232,7 triliun dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional yang antara lain menopang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara sekitar Rp 7,4 triliun dialokasikan untuk dukungan manajemen.
Anggaran BGN pada 2027 turun dibandingkan pagu 2026 yang mencapai sekitar Rp 268 triliun. Meski demikian, BGN tetap menempati posisi teratas dalam daftar kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar.
Di posisi kedua terdapat Kementerian Pertahanan dengan anggaran Rp 189,01 triliun, naik dari sekitar Rp 187,1 triliun pada 2026. Dari pagu tersebut, sekitar Rp 70,5 triliun diarahkan untuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), non-alutsista, dan sarana-prasarana pertahanan.
Sementara itu, Polri berada di urutan ketiga dengan alokasi Rp 139,1 triliun. Anggaran Korps Bhayangkara itu menurun dibandingkan 2026 yang berada di kisaran Rp 146,05 triliun.
Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum memperoleh Rp 114,5 triliun, Kementerian Kesehatan Rp 102,1 triliun, Kementerian Agama Rp 87,6 triliun, dan Kementerian Sosial Rp 84,7 triliun.
Adapun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berada di posisi kedelapan dengan anggaran Rp 65,1 triliun. Sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperoleh Rp 61,1 triliun.
Secara keseluruhan, belanja negara dalam RAPBN 2027 dirancang mencapai Rp 4.097,2 triliun, meningkat dari Rp 3.842,7 triliun dalam APBN 2026. Pemerintah memperkirakan pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun sehingga defisit anggaran dirancang Rp 671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Presiden Prabowo Subianto mengatakan RAPBN 2027 diarahkan pada delapan program kerja prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi rakyat hingga penurunan kemiskinan.
Besarnya alokasi untuk BGN sekaligus memperlihatkan bahwa program pemenuhan gizi, terutama MBG, masih menjadi salah satu prioritas belanja utama pemerintah pada 2027.



