SDR: Transparansi Pertanggungjawaban Formula E Bak Peribahasa 'Hidup Segan Mati Tak Mau' - Telusur

SDR: Transparansi Pertanggungjawaban Formula E Bak Peribahasa 'Hidup Segan Mati Tak Mau'

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto. (Ist).

telusur.co.id - Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyebut bahwa banyak faktor yang membuat kasus Formula E sepertinya jalan di tempat. 

"Terkait transparansi pertanggungjawaban soal pelaksanaan Formula E Jakarta saja dari pihak-pihak Pemda DKI seperti peribahasa, 'Hidup Segan Mati Tak Mau'," tegas Hari Purwanto, Rabu (3/8/22).

Dia mengatakan, hal ini lantaran sampai saat ini belum terbitnya audit BPK yang lebih komprehensif pasca penyelenggaraan Formula E Jakarta. Dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sampai saat ini belum ada informasi atau meminta audit investigasi ke BPK terkait pasca penyelenggaraan Formula E Jakarta.

"Kami berspekulasi kasus ini akan dituntaskan saat Anies Baswedan selesai menjabat Gubernur," ujarnya.

Sebab, kata dia, dengan posisi Anies Baswedan Gubernur, tentunya masih punya pengaruh untuk tidak segera memberikan dokumen yang memadai. Namun, lanjutnya, penuntasan kasus ini tak mesti saat Anies Baswedan Gubernur. 

"Jangan lupa, kasus korupsi memiliki daluwarsa 12 tahun dan khusus pasal 2 bisa 18 tahun. Jadi meskipun Anies Bawesdan sudah lengser, bukan berarti kasus ini selesai," ujarnya.

"Kita juga tidak mau kasus ini dikerjakan terburu buru, tetapi tidak bisa mengungkapkan peristiwa hukum secara utuh. Intinya KPK RI harus seperti seperti slogan iklan deterjen 'Membersihkan Paling Bersih'," pungkasnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar