telusur.co.id -Produsen pakaian olahraga yang saat ini menjadi ofisial jersey timnas Indonesia, Erspo menjadi salah satu merek lokal yang kembali ikut tender sebagai penyedia jersey skuad Garuda.
Founder sekaligus CEO Erspo, Muhammad Sadad mengakui kalau untuk tender kali ini Erspo sampai menaikkan hampir tiga kali lipat nilai penawaran dibanding sebelumnya.
Yang pasti setahu saya, kalau saya tidak satu-satunya brand lokal yang submit, kita sudah submit lebih atau hampir 3 kali lipat dari nilai yang sebelumnya," kata Sadad ketika ditemui di Jakarta, Jumat (2/1) malam.
Hingga saat ini, keputusan tender tersebut belum diumumkan PSSI. Kontrak Erspo sebagai penyedia jersey timnas Indonesia akan berakhir pada Maret 2026 mendatang.
"Kita serahkan semua ke PSSI, karena semuanya keputusan ada di PSSI. Jadi kita support apapun keputusan yang ada di PSSI," ujar Sadad.
Sadad mengatakan Erspo sudah siap jika tidak menjadi pilihan oleh PSSI ke depan. Ia berterima kasih kepada PSSI telah diberikan kesempatan selama dua tahun menjadi apparel resmi tim Merah Putih.
Ia memberikan apresiasi kepada komunitas sepak bola nasional atas segala masukkan dan kritik selama Erspo menjadi apparel timnas Indonesia. Ia mengakui hal itu menjadi proses agar merek Erspo bisa berkembang ke arah yang lebih baik lagi.
"Pastinya sebagai brand kita harus move on. Jika diberikan kesempatan harus move on dengan koleksi yang lebih bagus lagi."
"Kalau pun tidak kita berterima kasih banget kepada PSSI dan komunitas sepak bola yang telah mendewasakan Erspo, juga saya secara pribadi selama dua tahun terakhir," ungkapnya.
PSSI telah membuka rangkaian proses tender untuk jersey timnas Indonesia sejak bulan Juli 2025 lalu. Terdapat nama-nama apparel global seperti Adidas, Puma hingga Kelme. Dari deretan merek lokal, ada Riors, Masagi, termasuk Erspo yang menjadi ofisial apparel sebelumnya.




