Soal Debat Khusus Cawapres, Ma’ruf Amin: Untuk Mengukur Kemampuan Calon - Telusur

Soal Debat Khusus Cawapres, Ma’ruf Amin: Untuk Mengukur Kemampuan Calon


telusur.co.id - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, debat khusus bagi calon wakil presiden (cawapres), tanpa didampingi calon presiden, sangat penting bagi masyarakat. Karena, dari debat khusus itu, masyarakat akan mengetahui kemampuan cawapres mengenai sebuah masalah dan cara mengatasinya. 

Hal itu disampaikan Ma'ruf menanggapi wacana dihapusnya debat khusus cawapres dalam rangkaian kampanye Pilpres 2024 dan akan diganti dengan debat cawapres yang didampingi para capres. 

"Kalau sendiri itu artinya untuk mengukur kemampuan (calon) wapres itu menguasai persoalan-persoalan yang akan dihadapi. Bisa enggak, paham enggak (gitu kan) apa yang akan dihadapi. Kalau didampingi itu kan nanti bisa di-support. Bedanya itu saja," kata Ma'ruf Amin usai menghadiri acara di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12/23).

Ia menjelaskan, Undang-Undang Pemilu sudah mengatur mekanisme debat pilpres, yakni tiga kali untuk capres dan dua kali cawapres.

Bagi dia, ketentuan itu tidak mungkin dihilangkan sebab akan menyalahi UU. Namun, untuk pelaksanaannya, tergantung kesepakatan para calon.

"Hanya memang nanti caranya bagaimana, waktu (debat) tiga capres seperti apa, dan dua cawapres seperti apa. Itulah tergantung nanti kesepakatan dari para (calon). Saya dengar belum final (penghapusan debat khusus cawapres)," kata Ma'ruf Amin.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan, pada Pilpres 2019 yang diikutinya bersama Presiden Joko Widodo, tidak ada perdebatan sebelum debat capres-cawapres.

Namun, saat ini muncul perdebatan sebelum pelaksanaan debat karena muncul isu bahwa cawapres akan didampingi capres pada saat melakukan debat.

"Kalau dulu kan tidak ada perdebatan sebelum debat. Sekarang ada debat karena ada isu itu nanti akan didampingi. Kalau dulu pengalaman saya ada yang bareng capres dengan cawapres, ada yang capres sendiri, ada yang cawapres sendiri tanpa didampingi. Itu saya kira dulu begitu, mestinya seperti itu," ujar Wapres

Ma'ruf menambahkan, pembagian mekanisme debat, yakni dua untuk capres, dua untuk cawapres dan satu untuk capres-cawapres secara bersama-sama akan lebih elok.

"Itu mungkin lebih elok sehingga tetap lima (debat) tanpa ada (perdebatan). Nah, ini isu yang menjadi masalah itu kan ada debat cawapres, tapi didampingi. Saya kira kita tunggu saja nanti," katanya.[Fhr] 


Tinggalkan Komentar