telusur.co.id - Pemerintah mendorong pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Harapan tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurut Agus Jabo, pembangunan di daerah 3T dan wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi harus mendapatkan perhatian khusus. Ia berharap Sumba Timur dapat segera memenuhi persyaratan yang diperlukan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat permanen bisa direalisasikan.
“Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah,” ujar Agus Jabo.
Sumba Timur sebelumnya telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Lahan tersebut telah disurvei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan dinyatakan memenuhi syarat. Namun, masih terdapat dua hal yang perlu dilengkapi, yakni dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) serta pelebaran akses jalan menuju lokasi.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali memastikan pemerintah daerah siap memenuhi persyaratan tersebut.
Menurutnya, akses jalan menuju lahan sebenarnya sudah tersedia dengan lebar sekitar empat meter dan telah dilakukan pengerasan. Pemkab Sumba Timur siap melakukan pelebaran apabila diperlukan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kalau jalan sebetulnya sudah ada, lebar standar jalan daerah saja, mungkin sekitar 4 meter yang sudah pengerasan. Kalau terkait dengan komitmen untuk meningkatkan kondisinya, nanti kami akan lebarkan,” kata Umbu.
Umbu menilai pembangunan Sekolah Rakyat sangat penting bagi Sumba Timur mengingat tingkat kemiskinan di daerah tersebut masih tergolong tinggi.
Ia menyebut angka kemiskinan di Sumba Timur mencapai sekitar 25 persen, sementara kemiskinan ekstrem berada di angka 18 persen.
Sebagai salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T di NTT, pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kita optimalkan,” ujarnya.
Umbu menambahkan, lokasi yang diajukan memiliki posisi strategis karena telah dilalui jaringan listrik dan aliran air bersih. Kondisi tersebut diharapkan memudahkan pemenuhan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat nantinya.
Agus Jabo menjelaskan, Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.
Sekolah tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Menariknya, proses penerimaan peserta didik tidak dilakukan melalui pendaftaran umum.
Pemerintah akan melakukan penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat.
“Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Agus Jabo.
Ia menjelaskan, setelah data ditetapkan, pemerintah akan membentuk tim yang melakukan verifikasi langsung ke lapangan atau ground check.
“Jadi kan sekarang kita sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kita bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check,” pungkasnya.
Umbu juga mengapresiasi berbagai program Kementerian Sosial yang selama ini telah menyentuh masyarakat Sumba Timur, terutama bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya membantu menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan pemantauan agar bantuan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat penerima.
Dengan kesiapan lahan dan komitmen pemerintah daerah melengkapi persyaratan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sumba Timur diharapkan dapat segera terealisasi dan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di wilayah 3T.



