telusur.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari separuh keluarga responden. Namun, luasnya jangkauan program belum dibarengi tingkat kepuasan yang tinggi dari keluarga penerima.
Hal tersebut terungkap dalam Survei Persepsi Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional yang dilakukan Tempo Data Science pada 31 Juli-11 Agustus 2026.
Hasil survei menunjukkan, 57 persen responden menyatakan ada anggota keluarganya yang menerima atau menjadi sasaran program MBG.
Sementara 43 persen responden mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang menjadi penerima atau sasaran program tersebut.
Namun, dari keluarga penerima MBG, sebanyak 51 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali.
Rinciannya, 43 persen menyatakan kurang puas dan 8 persen tidak puas sama sekali.
Adapun 44 persen responden mengaku puas dan 4 persen sangat puas terhadap program MBG.
Survei Tempo Data Science mencatat ketidakpuasan terhadap MBG paling tinggi ditemukan di Banten, yakni mencapai 65 persen.
Ketidakpuasan juga relatif tinggi pada responden di wilayah perkotaan, yakni mencapai 53 persen.
MBG ikut memengaruhi penilaian terhadap pemerintah
Persoalan MBG turut muncul dalam evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Di antara responden yang puas terhadap kinerja pemerintah, 15 persen menyebut manfaat program MBG sebagai salah satu alasannya.
Namun, di kelompok yang tidak puas, sebanyak 8 persen menyebut program MBG bermasalah atau tidak bermanfaat. Persoalan terkait mahal atau langkanya program MBG juga disebut oleh 8 persen responden.
Ketika responden diminta menentukan program yang harus diperbaiki pemerintah, evaluasi MBG dipilih oleh 8 persen responden.
Meski demikian, persoalan ekonomi tetap menempati prioritas tertinggi.
Sebanyak 19 persen responden meminta pemerintah menurunkan atau menstabilkan harga kebutuhan pokok. Kemudian, 16 persen menginginkan penambahan dan kemudahan memperoleh lapangan pekerjaan, serta 13 persen meminta pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.
Survei Tempo Data Science dilakukan terhadap 1.260 responden di 38 provinsi.
Populasi survei adalah penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara langsung.
Survei memiliki sampling error sekitar plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



