telusur.co.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai, para perajin logam dan las di Pulau Jawa mampu memenuhi kebutuhan cangkul di dalam negeri. Apalagi, Presiden Jokowi sudah memerintahkan agar Indonesia tidak boleh lagi mengimpor cangkul.
"Cangkul harus sudah selesai di era 2.0 bukan di 4.0 seperti sekarang. Saya juga sudah bicara dengan Menteri Perdagangan supaya tidak impor. Harus siap produksi sendiri," kata Teten di Klaten, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020).
Teten menjelaskan, untuk membantu ketersediaan bahan baku cangkul sendiri, dirinya telah meminta perusahaan pelat merah Krakatau Steel dalam menyediakan logam dan besi.
"Sudah dikoordinasikan (dengan Krakatau Steel). Saya juga meminta harga yang kompetitif, buat perajin jangan dimahalin lah," ucapnya.
Ketersediaan bahan baku logam dan besi untuk cangkul, kata Teten, perajin cangkul yang basisnya pelaku UMKM, mampu membuat cangkul dengan kualitas baik dan bersaing dengan produk impor.
"Bapak-bapak harus bikin cangkul yang bagus ya. Jangan mudah rusak. Kalau kualitasnya jelek, tahun depan malah impor lagi. Sekarang harus bangga pakai produk dalam negeri," imbaunya.
Saat ini tercatat, kebutuhan cangkul di dalam negeri mencapai sekitar 10 juta.
Jumlah itu sebut Teten, seharusnya produksi dalam negeri sudah mampu mengakomodir kebutuhan tersebut.
Selama ini kebutuhan di industri UMKM terdapat sekitar 3 jutaan. Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah penyaluran hasil produksi cangkul yang belum terfasilitasi, lantaran belum adanya mapping soal titik keberadaan para perajin yang lokasinya terpencar.
"Sekarang sudah harus terkoneksi dengan baik. Dari hulu ke hilir, produksi hingga pemasaran cangkul harus segera dibenahi," tukasnya.[Fhr]



