Terancam Gulung Tikar, Peguyuban Warteg Gelar Pertemuan dengan Kemkop-UKM - Telusur

Terancam Gulung Tikar, Peguyuban Warteg Gelar Pertemuan dengan Kemkop-UKM

Kementerian Koperasi-UKM dengan Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima (Pandawakarta) mengadakan Pertemuan di Kantor Kemenkop-UKM, Kuningan Jakarta Selatan (25/01/2021).

telusur.co.id - Kementerian Koperasi-UKM dengan Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima (Pandawakarta) mengadakan Pertemuan di Kantor Kemenkop-UKM, Kuningan Jakarta Selatan (25/01/2021).

Pertemuan ini disambut oleh Pihak Kemenkop-UKM yakni Sekretaris Kementerian Arif Rahman, dan dihadiri Deputi Kementerian Eddy Satria, Staf Khusus Menteri Fiki Satari, Direktur SMESCO dan Ketua Pandawakarta Puji Hartoyo, Koperasi Warteg Nusantara  Ketua Mukroni serta pengusaha platform digital Peter Shearer.

Hasil Dari Pertemuan ini adalah menindaklanjuti fenomena banyaknya usaha menengah, kecil dan mikro yang gulung tikar karena tidak mampu lagi menjalankan operasionalnya salah satunya usaha Warteg yang ada di Jabodetabek.

Kemenkop-UKM sendiri memiliki program untuk memperkuat ketahanan usaha dilevel menengah, kecil dan mikro dengan stimulus dan program baik sebelum pendemi dan saat pendemi berlangsung.

“Kami di Kemenkop ada stimulus untuk usaha menengah, kecil dan mikro terlebih disaat pendemi sekarang ini. Program ini pun sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi. Bentuk program dan stimulus ini bahkan bertambah besar disaat pendemi sekarang ini karena sasarannya juga bertambah banyak.”  Kata Eddy Satria.

Senada dengan Eddy Satria, Staf Khusus Menkop-UKM Fiki Satari mengatakan, ada program stimulus yang telah berlangsung saat pendemi 2020 dan telah berjalan sukses.

“Ada program stimulus yang telah berlangsung saat pendemi 2020 kemarin berjalan masiff dan sukses terpenuhi se-Indonesia, meskipun dengan jumlah bantuan yang relatif kecil Rp. 2,4 Juta,” ujarnya.

Namun, Pandawakarta berpendapat lain bahwa bantuan yang beredar dan massif di masyarakat jumlahnya kecil untuk membantu suntikan permodalan saja sulit.

“Kami mensyukuri ada bantuan dari pemerintah yang bersifat massif, tapi kami berpendapat bantuan sebesar itu untuk menstimulus modal usaha saja tidak cukup, belum lagi mereka yang punya tunggakan kontrakan tempat usaha” kata Ketua Pandawakarta Puji Hartoyo.

“Kami usulkan bentuk klaster stimulus, pengusaha menengah, kecil dan mikro perlu dibuat klaster yang proporsional. Sehingga siapa mendapat apa itu harus tepat. Contohnya pedagang warung makan diberi stimulus kredit bunga murah atau bunga disubsidi oleh Kemenkop, proses dan jaminan juga tidak rumit” sambungnya.

Perlu diketahui, adanya potensi usaha warteg yang terancam gulung tikar dengan jumlah ribuan ini dampak adanya pendemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berjalan secara terus menerus sehingga mengakibatkan omzet mereka anjlok hingga 80%.[Tp]


Tinggalkan Komentar