telusur.co.id - Keberadaan mobil listrik menjadi tren di dunia, makanya produsen mobil berlomba-lomba untuk memproduksi mobil listrik.
Kini, giliran produsen mobil Jerman Volkswagen yang berencana membuat mobil listrik. Rencananya, VW akan mengisi celah pasar segmen kendaraan listrik di Eropa dan Asia.
Volkswagen akan mengisi celah pasar itu dengan merek kendaraan listrik baru berharga terjangkau yang diproduksi untuk konsumen massal, sebagian besar di menurut laporan Automotive News.
Berapa harga yang dipatok? Mobil listrik baru Volkswagen untuk ceruk pasar yang lebih besar itu, mengutip laporan tersebut Senin, akan dijual dalam kisaran harga 22.000 dolar atau sekira Rp300-an juta.
Mobil listrik murah VW dibangun berdasarkan platform Volkswagen yang dimodifikasi, antara lain bentuknya yang lebih pendek dan kompak.
Tantangan baru bagi VW untuk membuat mobil listrik kecil berbiaya sepertiga lebih murah dibanding Volkswagen ID.3.
Pada Maret 2020, VW mengklaim telah menerima pesanan 20.000 mobil listrik e-up! di Jerman.
Ralf Brandstätter, chief operating officer Volkswagen, juga mengatakan kepada majalah CAR Inggris bahwa ID.1 sedang dalam pengembangan.
Itu akan menjadi mobil terkecil di jajaran Volkswagen dari sekitar tujuh model listrik bermerek ID. Setelah insentif, harga target bisa turun di bawah 20.000 dolar.
Versi entry-level ID.3 sekarang dijual di pasar domestik Jerman dengan harga kurang dari 30.000 euro.
Sementara ID.3 edisi eksklusif khusus 1, dengan baterai 58-kWh dan jangkauan sekitar 420 kilometer (menurut WLTP) akan tersedia dengan harga kurang dari 40.000 euro.
Volkswagen e-up! berharga lebih terjangkau, sekitar 21.975 euro. e-up! dengan sistem baterai baru saat ini bisa menjangkau 260 km untuk satu kali pengisian daya baterai penuh.



