telusur.co.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) mendirikan koperasi sebagai cabang usaha baru untuk pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat.
"Koperasi BKMT mudah-mudahan dapat dipertimbangkan untuk dibentuk dan didirikan sebagai bagian dari dakwah ekonomi. Dengan adanya koperasi ini akan mendekatkan ketertinggalan desa dengan kota sehingga tidak semakin jauh," kata Ferry dalam Muktamar Ke-X BKMT bertema Berdayakan Umat Membangun Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/9/2026).
Menurut Ferry, semangat persatuan yang diusung BKMT sejalan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dibangun dengan asas kekeluargaan dan gotong-royong.
"Sangat sejalan dengan koperasi. Koperasi pertama kali justru dirintis oleh tokoh-tokoh islam tahun 1913 melalui Syarikat Dagang Islam. Dan di era jelang Kemerdekaan Bung Hatta membangun konsep koperasi yang kemudian di tuangkan di dalam Pasal 33 UUD 1945," ujarnya.
Ferry menilai, BKMT strategis untuk penguatan pilar pendidikan hingga ekonomi umat karena memiliki puluhan ribu anggota yang tersebar hingga desa. Dengan perluasan kegiatan tidak hanya di sektor pendidikan, koperasi BKMT akan menjadi simpul kekuatan ekonomi baru yang membantu desa.
Ia mengapresiasi konsistensi BKMT yang berusia 45 tahun sebagai wadah pemberdayaan yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
"Kami terus mendorong agar melalui BKMT ini akan lahir pengusaha-pengusaha muslim/muslimah yang selanjutnya akan Kementerian Koperasi dampingi, inkubasi," katanya.
Sementara Ketua Dewan Pembina BKMT Dailami Firdaus, menekankan penguasaan teknologi sebagai kunci kemajuan BKMT tanpa mengesampingkan nilai agama.
"Untuk menghadapi ini semua harus kuasai teknologi karena sebagai alat bukan tujuan. Pegangan bagi seluruh anggota untuk tetap memegang teguh Iman, Ilmu, Amal dan teknologi," tegas Dailami.
Muktamar dihadiri Ketua Umum PP BKMT Syifa Fauzia, Senator Jakarta Dailami Firdaus, dan sekitar 2.000 anggota BKMT dari 34 provinsi.[Nug]