Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu Diresmikan, Jadi Wadah Pendidikan Keagamaan bagi Masyarakat

by Hamdani |
Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu Diresmikan, Jadi Wadah Pendidikan Keagamaan bagi Masyarakat
Peresmian Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu. Foto ist

Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Seribu resmi diresmikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan menghadirkan layanan pendidikan yang dekat dengan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi NU Kepulauan Seribu. Pasalnya, pembangunan pondok pesantren di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi itu menjadi salah satu wujud nyata komitmen NU dalam mengembangkan pendidikan keagamaan di wilayah kepulauan.

Ketua Yayasan NU Kepulauan Seribu, Sumarno M. Amin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan pondok pesantren tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasi, dukungan dan bantuan sehingga gedung Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu ini dapat terbangun dan digunakan,” ujar Sumarno.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Kepulauan Seribu.

Sementara itu, KH. Mawardi selaku Rais Syuriah sekaligus Pembina Yayasan NU, menyampaikan kegembiraannya atas terwujudnya pembangunan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu.

Ia menilai keberadaan pondok pesantren tersebut merupakan capaian penting bagi perjalanan NU di Kepulauan Seribu. Dengan luas lahan mencapai 3.000 meter persegi, pondok pesantren ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pendidikan masyarakat.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. NU Kepulauan Seribu kini telah memiliki pondok pesantren yang menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun pendidikan keagamaan bagi masyarakat,” ungkap KH. Mawardi.

Ia berharap keberadaan pondok pesantren tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dengan pendidikan keagamaan.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar di lingkungan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu telah berjalan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tercatat sekitar 100 siswa mengikuti proses pendidikan yang terbagi dalam lima rombongan belajar, yakni kelas VII sebanyak dua kelas, kelas VIII dua kelas, dan kelas IX satu kelas.

Berjalannya kegiatan pendidikan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu telah mulai memberikan layanan pendidikan secara langsung kepada masyarakat.

Ke depan, pengelola berharap pendidikan keagamaan di Kepulauan Seribu dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Pondok Pesantren NU diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan yang dapat dijangkau dan menjadi pilihan masyarakat sekitar.

Lebih dari itu, keberadaan pondok pesantren diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat.

“Semoga pendidikan keagamaan di Kepulauan Seribu terus berjalan dengan baik dan pondok pesantren ini dapat menjadi pilihan lembaga pendidikan bagi masyarakat sekitar. Kami berharap NU benar-benar dapat dirasakan keberadaannya dan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat,” kata KH. Mawardi.

Dengan diresmikannya Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu, NU tidak hanya memperkuat kiprahnya dalam bidang keagamaan, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kehadiran lembaga pendidikan tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda Kepulauan Seribu. [ham]

Komentar

Berita Terkait