Andina Thresia Narang: Perempuan Merdeka, Indonesia Berdaya di Usia 81 Tahun Kemerdekaan - Telusur

Andina Thresia Narang: Perempuan Merdeka, Indonesia Berdaya di Usia 81 Tahun Kemerdekaan

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang

telusur.co.id - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali memaknai arti kemerdekaan secara lebih luas. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mengajak seluruh elemen bangsa memastikan kemerdekaan juga menghadirkan ruang yang lebih besar bagi perempuan untuk tumbuh, berkarya, dan menentukan masa depannya.

Mengusung pesan “Perempuan Merdeka, Indonesia Berdaya”, Andina menilai kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kesempatan yang setara bagi setiap perempuan untuk mengembangkan potensi, menyampaikan aspirasi, serta mengambil peran dalam pembangunan.

“Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, harapan saya adalah agar kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap perempuan untuk tumbuh, berkarya, bersuara, dan menentukan masa depannya,” kata Andina.

Menurutnya, pembangunan nasional harus memberikan ruang yang setara bagi perempuan. Akses terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, hingga kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan perlu terus diperluas.

Ia berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang tidak hanya memperoleh kesempatan yang sama, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kemampuan dan mengambil peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kemerdekaan Dimulai dari Kesempatan yang Setara

Andina menilai ukuran kemerdekaan bagi perempuan dapat dilihat dari sejauh mana mereka memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan hidup dan mengembangkan cita-citanya tanpa dibatasi ketidaksetaraan.

“Kemerdekaan bagi perempuan adalah ketika tidak ada lagi perempuan yang takut untuk bermimpi, ketika ibu-ibu dapat hidup sejahtera, anak-anak perempuan mendapat pendidikan terbaik, dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin,” ujarnya.

Karena itu, pemberdayaan perempuan, menurut Andina, tidak boleh ditempatkan sebagai agenda tambahan. Pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional.

Perempuan yang memiliki akses pendidikan yang baik, mandiri secara ekonomi, serta memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan akan memberikan dampak berantai bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat tumbuh. Dan ketika perempuan Indonesia maju, Indonesia semakin hebat,” tuturnya.

Mendorong Perempuan Berani Melangkah

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Andina juga menyampaikan resolusinya untuk terus mendorong perempuan Indonesia agar berani mengambil peluang dan hadir sebagai bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Ia menekankan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka semakin banyak ruang kepemimpinan bagi perempuan di berbagai sektor.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus menjadi energi bersama untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk maju.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka untuk semua, maju bersama perempuan Indonesia!” pungkasnya.


Tinggalkan Komentar