Apresiasi Kesultanan Sumatera Timur, AHY Tegaskan Peran Strategis Menjaga Persatuan dan Budaya Melayu - Telusur

Apresiasi Kesultanan Sumatera Timur, AHY Tegaskan Peran Strategis Menjaga Persatuan dan Budaya Melayu

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kesultanan di kawasan Sumatera Timur yang kini menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara.

telusur.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan apresiasi tinggi kepada Delapan Kesultanan di kawasan Sumatera Timur yang kini menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, keberadaan Kesultanan tetap memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kebudayaan di tengah masyarakat.

Dalam forum silaturahmi bersama para pemangku Kesultanan, AHY menegaskan bahwa institusi Kesultanan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan pilar yang terus menjaga identitas budaya Melayu serta memperkuat persatuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

"Saya melihat Kesultanan bukan hanya sebagai penjaga sejarah, tetapi juga penjaga nilai, penjaga persatuan, dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat," ujar AHY deperti dikutip kemen infrastruktur, Minggu (5/7/2026).

Ia mengapresiasi konsistensi Kesultanan dalam menjalankan berbagai peran sosial, mulai dari pengelolaan masjid-masjid bersejarah, pembinaan masyarakat, hingga penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan yang masih berlangsung hingga kini.

Menurut AHY, pemerintah memandang peran Kesultanan sebagai mitra strategis dalam pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga penguatan karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong sinergi antara Kesultanan, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

"Pemerintah akan terus mendorong sinergi antara Kesultanan, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar," tegasnya.

AHY juga membuka ruang komunikasi yang lebih intensif apabila terdapat kebutuhan pengembangan sarana pendidikan keagamaan maupun fasilitas sosial kemasyarakatan yang dapat diintegrasikan dengan program kementerian dan lembaga terkait.

Ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan bangsa.

"Bagi kami, pembangunan bukan hanya membangun infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus memperkuat nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat," ujar AHY.

Pertemuan tersebut dihadiri para perwakilan Delapan Kesultanan Sumatera Timur, yakni Tengku Zainul Abiddin dari Kesultanan Kualuh Leidong, Tuanku Tengku Ahmad Thala'a dari Kesultanan Serdang, Tengku Faradiba dari Kesultanan Bilah, Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji dari Kesultanan Deli, Tengku David Syah dari Kesultanan Panai, Tengku Irvan Bahran dari Kesultanan Kota Pinang, Tengku Arievanda Azis dari Kesultanan Langkat, serta Tengku Muhammad Alvin Anda Abdul Jalil Rahmadsyah dari Kesultanan Asahan. Hadir pula Pemangku Agung H. Syarifuddin Siba dan Irwansyah Lubis dalam forum silaturahmi tersebut.


Tinggalkan Komentar