AS Kecewa NATO Tak Dukung Operasi Militer ke Iran, Rubio: Akan Ditinjau Ulang - Telusur

AS Kecewa NATO Tak Dukung Operasi Militer ke Iran, Rubio: Akan Ditinjau Ulang

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. foto cnn

telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan kekecewaan terhadap sikap negara-negara anggota NATO yang menolak membantu operasi militer Washington terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Senin, Rubio menilai penolakan tersebut menjadi catatan serius yang akan ditinjau ulang setelah konflik berakhir.

“Saya pikir itu sangat mengecewakan. Presiden Donald Trump dan negara kita harus meninjau kembali semua ini setelah operasi ini selesai,” ujar Rubio.

Ia menegaskan bahwa hubungan dalam aliansi militer tidak boleh bersifat sepihak. Menurutnya, jika NATO hanya mengandalkan Amerika Serikat untuk membela Eropa, namun tidak memberikan dukungan saat Washington membutuhkan, maka kerja sama tersebut perlu dievaluasi.

“Jika NATO hanya berarti kami membela Eropa ketika mereka diserang, tetapi mereka menolak memberikan hak penggunaan pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik,” lanjutnya.

Meski demikian, Rubio tetap menekankan pentingnya NATO sebagai aliansi strategis. Ia menyebut akses terhadap pangkalan militer di negara anggota memberikan Amerika Serikat keunggulan dalam hal fleksibilitas dan kemampuan operasi global. Namun, ia mengingatkan bahwa perjanjian tersebut dapat ditinjau ulang jika akses tersebut dibatasi saat konflik berlangsung.

Sebelumnya, pada 17 Maret, Presiden Donald Trump juga mengkritik keras NATO dengan menyebut aliansi tersebut telah melakukan “kesalahan yang sangat bodoh” karena tidak mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Trump menilai situasi ini sebagai ujian komitmen NATO terhadap Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut aliansi tersebut sebagai “jalan satu arah” dan menegaskan bahwa Washington tidak akan melupakan sikap negara-negara anggota yang enggan terlibat.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO, di tengah dinamika konflik geopolitik yang semakin kompleks. [ham]


Tinggalkan Komentar