telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, M. Rizky, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat desa harus menjadi prioritas dalam pembangunan Jawa Barat. Hal itu ia sampaikan saat melaksanakan Reses I Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Setu, Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Reses yang dihadiri petani, pemuda, perangkat desa, serta sejumlah warga ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini mereka hadapi. Di antara isu yang mencuat adalah kebutuhan bantuan benih hortikultura, penguatan sektor pangan, pelatihan kerja untuk pemuda, serta minimnya akses informasi lowongan kerja.
Para petani Parigi Mekar berharap adanya dukungan benih yang tepat jenis untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sementara para pemuda meminta pelatihan kerja yang berorientasi pada sertifikasi dan kebutuhan industri.
M. Rizky mengatakan bahwa persoalan yang muncul tidak bisa diselesaikan parsial, melainkan harus berbasis pembangunan manusia secara menyeluruh.
“Aspirasi dari Parigi Mekar menunjukkan bahwa pangan, pendidikan, dan pelatihan kerja adalah satu kesatuan. Masyarakat butuh dukungan yang berkelanjutan, bukan program yang terlepas satu sama lain,” kata Rizky.
Ia juga menyoroti minimnya akses warga terhadap informasi kerja dan bursa tenaga kerja. Menurutnya, pemerintah harus memastikan platform penyedia informasi lowongan dapat diakses warga desa secara mudah.
Selain itu, sejumlah aspirasi mengenai transparansi hibah pendidikan juga muncul. Warga meminta agar penyaluran hibah lebih diawasi agar tepat sasaran.
“Semua aspirasi akan kami bawa ke tingkat provinsi. Petani butuh dukungan produksi, pemuda butuh keterampilan, dan orang tua butuh kepastian pendidikan. Ini semua saling terhubung,” ujar Rizky.
Kegiatan reses ditutup dengan ajakan kepada warga untuk tetap aktif menyampaikan masukan agar arah kebijakan lebih sesuai realitas lapangan. (VC)



