Cegah Virus Ebola Masuk, politisi PKS Minta Barantin Tingkatkan Kewaspadaan - Telusur

Cegah Virus Ebola Masuk, politisi PKS Minta Barantin Tingkatkan Kewaspadaan

Anggota Komisi IV DPR RI, Nevi Zuairina. Sumber foto: ist

telusur.co.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Nevi Zuairina, meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi guna mencegah masuknya virus Ebola ke Indonesia.

Langkah preventif tersebut dinilai penting menyusul peringatan darurat yang dikeluarkan oleh World Health Organization terkait penyebaran virus mematikan itu di sejumlah negara di Afrika.

"Virus Ebola ini akibat infeksi virus dari genus orthoebolavirus. Penyakit ini berasal dari hewan liar lalu menyebar ke manusia. Nah, itu perlu diantisipasi oleh Barantin terutama daerah-daerah mana yang sedang virus hamanya merajalela di negaranya," kata Nevi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut menilai kewaspadaan ekstra harus dilakukan karena virus Ebola berpotensi dibawa oleh hewan liar dan menular kepada manusia. Karena itu, Barantin diminta memetakan serta memperketat pengawasan terhadap komoditas yang berasal dari negara-negara yang tengah dilanda wabah.

Sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga biosekuriti nasional, Nevi juga mendorong Barantin memperkuat perlindungan terhadap keanekaragaman hayati Indonesia dari ancaman virus maupun hama dari luar negeri.

"Nah, ini kita minta kepada Badan Karantina Indonesia agar membuat sertifikat internasional setiap labnya, kalau nggak salah ada 30 lebih lab, dan itu baru tempat lokasi ekspor-impornya resmi," ujarnya.

Ia juga meminta Barantin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat fasilitas laboratorium yang telah bersertifikasi internasional, serta memperketat pengawasan terhadap barang-barang impor.

Lebih lanjut, legislator daerah pemilihan Sumatra Barat II tersebut menilai pengawasan di pintu masuk resmi seperti bandara dan pelabuhan laut relatif lebih mudah dipantau. Namun, ia mengingatkan adanya potensi celah pada jalur darat yang dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk ilegal bagi komoditas impor.

"Nah kalau terbang sama laut bisa dipantau, tapi darat ini nggak ada yang mantau. Nah yang seperti ini pemerintah harus hati-hati ya. Jangan sampai kita kemasukan virus hama dari luar dan akan menghancurkan keanekaragaman hayati kita di Indonesia," tuturnya.

Meski hingga saat ini belum ada pernyataan resmi pemerintah mengenai temuan kasus Ebola di Indonesia, Nevi mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada.

"Walaupun belum jelas masuk ke Indonesia, kita juga harus hati-hati karena ternyata virus Ebola ini semakin banyak masuk ke negara-negara di luar negara asalnya," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar