telusur.co.id - Juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, pada hari Kamis (7/12/23) mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menghancurkan 135 unit kendaraan militer Israel, sebagian secara total dan sebagian lain parsial, dalam jangka waktu 72 jam terakhir.

Dikutip dari Rai Al Youm, Abu Obeida mengatakan bahwa pejuang perlawanan Palestina juga telah membunuh dan melukai puluhan tentara Zionis dengan meledakkan sejumlah pintu terowongan dan rumah-rumah.

Di Jalur Gaza selatan, pejuang Al-Qassam menggempur tank-tank Merkava dan mobil pengangkut pasukan Israel di poros timur kota Khan Yunis dengan peluru Al-Yassin 105.

Al-Qassam menyerang ruang komando pasukan pendudukan di poros selatan kota Gaza  dengan sistem rudal jarak pendek  Rajum, kaliber 114 mm, dan menggempur tank Merkava di poros utara kota Khan Yunis.

Sebelumnya, koresponden saluran Al-Mayadeen di Gaza melaporkan kendaraan militer Israel berada dalam jangkauan pejuang, gundukan tanah tidak lagi melindungi tentara zionis Israel, dan pejuang telah memaksa tank-tank mundur meskipun terjadi pemboman terus menerus.

Sayap militer Gerakan Jihad Islam, Brigade Al-Quds, pada Kamis malam mengumumkan empat kendaraan militer Zionis menjadi sasaran peluru tandom di lingkungan Shujaiya.

Sebelumnya, kelompok ini mengaku terlibat konfrontasi sengit dengan tentara Zionis di Al-Shujaiya dan lingkungan Al-Tuffah, serta menggempur beberapa tempat konsentrasi pasukan Zionis di front timur Gaza dengan mortir.

Mereka juga membom tentara Zionis di front Juhr al-Dik dengan sejumlah mortir kaliber berat.

Tokoh Hamas Osama Hamdan dalam konferensi pers di Beirut pada Kamis malam memastikan para pejuang Gaza berada dalam keadaan “baik-baik saja” dan terus berjuang dengan kondisi prima.

“Pejuang perlawanan melancarkan pertempuran sengit dengan pasukan pendudukan yang menembus Gaza di berbagai poros. Para pejuang perlawanan baik-baik saja dan mengelola pertempuran Badai Al-Aqsa dengan seluruh kekuatan dan kemampuan,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan “Pengakuan musuh mengenai kerugiannya tidak mencerminkan kenyataan mengenai jumlah yang kami hitung setiap hari di lapangan.”

Menurutnya, para pejuang perlawanan masih berkesiapan menghadapi pasukan Zionis seberapa lamapun pertempuran akan berlanjut.

“Netanyahu dan pemerintahan Nazi-nya tidak dan tidak akan pernah berhasil mewujudkan tujuan militer mereka di Gaza… Entitas Zionis membuat target-target yang delusif untuk mencetak kemenangan delusif sebagaimana dilakukan di masa lalu dan dilakukan sekarang terkait dengan rumah (Pemimpin Hamas Yahya) Sinwar secara total,” tutur Hamdan.

Hamdan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam agar mengimplementasikan resolusi-resolusi KTT Luar Biasa OKI yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. [Tp]