telusur.co.id - Kasus pencurian hard drive yang diduga berisi musik belum dirilis milik Beyoncé akhirnya memasuki babak baru. Pria bernama Kelvin Evans resmi mengaku bersalah atas kasus pembobolan mobil yang mengguncang dunia musik tahun lalu.
Menurut laporan media Atlanta, Evans mengaku bersalah atas tuduhan memasuki kendaraan secara ilegal dan pelanggaran hukum lainnya. Dengan menerima kesepakatan pembelaan, ia kini menghadapi hukuman dua tahun penjara — lebih ringan dibanding kemungkinan hukuman enam tahun jika kasusnya berlanjut ke persidangan dan ia dinyatakan bersalah.
Setelah menjalani hukuman penjara, Evans juga akan berada dalam masa percobaan selama tiga tahun.
Kasus ini bermula saat rangkaian tur Cowboy Carter milik Beyoncé berlangsung di Atlanta tahun lalu. Evans diduga membobol bagasi mobil sewaan milik koreografer Beyoncé, Christopher Grant, dan penari Diandre Blue.
Dari dalam kendaraan tersebut, pelaku mencuri dua koper yang ternyata berisi barang-barang sangat penting. Berdasarkan laporan polisi, koper itu menyimpan hard drive berisi “musik yang diberi watermark, beberapa lagu yang belum dirilis, rencana pertunjukan, serta daftar lagu masa lalu dan masa depan.”
Pengungkapan ini langsung memicu spekulasi besar di kalangan penggemar Beyoncé. Banyak yang menduga file tersebut mungkin berkaitan dengan proyek album berikutnya setelah kesuksesan besar Cowboy Carter.
Selain hard drive misterius, Evans juga dilaporkan mencuri dua laptop MacBook. Pihak berwenang berhasil melacak perangkat elektronik tersebut, namun koper asli yang menyimpan hard drive hingga kini disebut “tidak pernah terlihat lagi.”
Evans sendiri ditangkap polisi pada September tahun lalu dengan jaminan sebesar 20 ribu dolar AS.
Sementara itu, pihak Beyoncé belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan terbaru kasus tersebut.
Kasus ini semakin menarik perhatian karena terjadi di tengah era sukses Cowboy Carter, album yang membawa Beyoncé memenangkan Grammy pertamanya untuk kategori Album Terbaik Tahun Ini pada 2025.
Sejak kemenangan bersejarah tersebut, para penggemar terus menantikan proyek musik berikutnya dari sang superstar. Namun hingga kini belum diketahui pasti apakah musik yang dicuri berasal dari materi album baru atau arsip lagu lama yang belum pernah dirilis.



