telusur.co.id -Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI terus memperkuat peran strategisnya dalam kancah pendidikan tinggi global melalui berbagai program internasional sepanjang April 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional.
Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. menjelaskan bahwa, internasionalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
“Kami berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkiprah di tingkat global. Melalui kolaborasi internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang sangat penting dalam membentuk karakter dan daya saing,” papar Prof Sylvi, sapaan akrabnya lewat keterangan tertulisnya. Selasa, (28/4/2026).
Salah satu program unggulan adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk Mangrove Restoration for Life di Pantai Indah Kapuk, yang melibatkan peserta dari 11 negara dan berhasil menanam lebih dari 100 mangrove sebagai kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Di bidang prestasi, mahasiswa STIAMI berhasil meraih penghargaan dalam ajang Asia Youth Green Summit 2026, memperkuat posisi institusi dalam forum internasional. Selain itu, peningkatan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa juga diperkuat melalui TOEIC Prediction Test yang diikuti ratusan peserta.
Institut STIAMI juga menjalin kerja sama strategis dengan Belt and Road Chinese Center (BRCC) dan mitra industri di Taiwan, yang membuka peluang pertukaran mahasiswa, magang internasional, serta studi lanjut di luar negeri.
“Kami ingin memastikan lulusan STIAMI tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing secara global dan menjadi bagian dari solusi dunia,” urai alumni aktivis HMI ini.
Melalui berbagai program ini, Institut STIAMI menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dan berorientasi global dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. (ari)



