Iran Tegaskan Agresi Terhadap Khamenei Sama dengan Perang Habis-Habisan - Telusur

Iran Tegaskan Agresi Terhadap Khamenei Sama dengan Perang Habis-Habisan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. foto almayadeen

telusur.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan pada Minggu bahwa setiap agresi terhadap pemimpin spiritual Iran, Sayyed Ali Khamenei, akan dianggap sebagai perang habis-habisan terhadap bangsa Iran. Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Washington dilaporkan telah menarik diri dari rencana serangan militer, sementara pejabat Iran menuding Amerika Serikat berperan dalam memicu kerusuhan sebagai bagian dari upaya destabilisasi yang lebih luas.

Pezeshkian menekankan bahwa menargetkan Khamenei merupakan “garis merah” dalam doktrin pertahanan Iran. Ia juga mengaitkan kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat Iran dengan kampanye tekanan maksimum Amerika Serikat. “Sanksi tidak manusiawi yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya menjadi salah satu penyebab utama kesulitan hidup rakyat kami,” ujarnya.

Beberapa hari sebelum pernyataan Pezeshkian, sumber diplomatik mengatakan bahwa pihak-pihak regional yang bersahabat telah memberi tahu Teheran bahwa Amerika Serikat telah membatalkan rencana serangan militer. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi militer dan keamanan, termasuk potensi konsekuensi dari serangan skala besar, serta kondisi keamanan internal Iran yang dinilai mendukung pemerintah. Meskipun begitu, Iran tetap berada dalam siaga penuh sambil mempertahankan jalur diplomatik terbuka.

Diplomasi regional juga meningkat. Arab Saudi, Qatar, dan Oman meluncurkan upaya terkoordinasi untuk mencegah serangan AS terhadap Iran. Para pejabat Teluk memperingatkan bahwa aksi militer dapat memicu dampak regional yang tidak terkendali, dan mendorong Teheran untuk tetap menunjukkan niat baik. Seorang pejabat Saudi menggambarkan upaya ini sebagai “malam tanpa tidur untuk menjinakkan lebih banyak bom di kawasan.”

Di sisi lain, Sayyed Ali Khamenei menegaskan bahwa rakyat Iran telah “menghancurkan pemberontakan” yang ia tuding dipimpin oleh AS, memuji persatuan publik dan menegaskan bahwa Washington tidak dapat mentolerir Iran yang merdeka dan berdaulat. Ia menuduh Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong kerusuhan untuk memulihkan dominasi politik dan ekonomi atas Iran.

Pasukan keamanan Iran melaporkan ribuan penangkapan terkait kerusuhan di berbagai provinsi, termasuk para pemimpin dan agen yang terkait dengan jaringan asing. Senjata, bahan peledak, dan peralatan komunikasi disita, sementara intelijen Iran menyebut banyak tahanan berhubungan dengan entitas asing, termasuk Mossad Israel, yang bertujuan meningkatkan kerusuhan dan merusak infrastruktur publik.

Pernyataan pejabat Iran dan laporan terkait penarikan diri AS mencerminkan ketegangan tinggi di kawasan, di mana diplomasi dan kesiagaan militer berjalan bersamaan, sementara Tehran menegaskan posisi defensifnya terhadap segala bentuk agresi terhadap pemimpin spiritual dan keamanan nasional. [ham]


Tinggalkan Komentar