telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melumpuhkan sejumlah sistem radar di Kuwait dalam gelombang terbaru operasi militernya sebagai bagian dari serangan balasan terhadap Amerika Serikat.
Dikutip dari Kantor berita IRNA, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan gelombang ke-24 dari Operasi Nasr 2 (Victory 2) yang dilancarkan sebagai respons atas dugaan pelanggaran wilayah Iran oleh Amerika Serikat.
Menurut IRGC, operasi itu difokuskan pada fasilitas radar yang diklaim mendukung kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan. "Sebagai kelanjutan dari upaya untuk membersihkan wilayah tersebut dari sistem radar yang melayani kepentingan Amerika Serikat," demikian bunyi pernyataan IRGC.
IRGC menyatakan telah menargetkan beberapa instalasi penting, termasuk radar peringatan dini, kompleks radar taktis di sekitar Pangkalan Udara Ali Al Salem, serta sistem radar yang berada di Pulau Bubiyan, Kuwait.
Kelompok tersebut mengklaim seluruh target berhasil dinonaktifkan. "Serangan tersebut membuat sistem radar ini tidak dapat beroperasi," tulis IRGC dalam keterangannya.
Di akhir pernyataan, IRGC menegaskan operasi militer terhadap pihak yang disebut sebagai agresor masih akan terus berlanjut. "Operasi untuk menghukum agresor terus berlanjut," tegas IRGC.



