telusur.co.id - Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) menggelar Musyawarah Besar Ke-10 Pada Jumat, (13/2/2026) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Juri Ardiantoro, dalam sambutannya menegaskan bahwa kinerja yang dilakukan oleh pengurus IKA UNJ dalam beberapa tahun terakhir lebih berfokus pada isu-isu pendidikan serta upaya membangun kesadaran kolektif alumni terhadap organisasi, mengingat sejarah Universitas Negeri Jakarta yang merupakan transformasi dari IKIP Jakarta merupakan kampus berbasis pendidikan yang telah mencetak banyak para tenaga pendidik.
“Maka capaian-capaian yang sudah dilakukan oleh IKA UNJ ya lebih banyak terkait dengan pendidikan baik dalam bentuk riset, penelitian pendidikan ataupun dalam bentuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara.
Meski demikian, Juri mengakui masih banyak program kerja yang telah disusun di awal kepengurusan belum dapat terwujud hingga saat ini, sebab program-program yang selama ini dijalankan kerap berangkat dari keadaan yang bersifat situasional.
“Misalnya ketika Covid dulu, maka salah satu program yang dilakukan IKA itu memobilisasi dukungan serta bantuan dari para alumni untuk menyediakan makanan gratis untuk mahasiswa UNJ yang ada di kos-kosan dan gak bisa pulang kampung,” terangnya.
Disamping berbagai capaian yang telah ditorehkan, Juri juga mengakui masih banyak tantangan besar yang dihadapi IKA UNJ seperti konsistensi dan soliditas pengurus, persoalan fundraising, serta pembangunan database alumni. Pembangunan database ini dinilai penting sebagai salah satu jalan untuk memetakan potensi alumni serta menjadi langkah strategis dalam rangka mengkonsolidasi kekuatan alumni untuk melakukan banyak hal.
“Karena sebetulnya dari situlah pintu masuk kita untuk mengkonsolidasi kekuatan alumni untuk melakukan banyak hal. Tapi saya merasa ini belum maksimal,” ungkapnya.
Di penghujung masa baktinya, Juri berharap pada momentum Mubes ini agar calon ketua yang akan menggantikan dirinya kelak harus diterima oleh semua pihak karena keragaman kelompok maupun fakultas yang bernanung di bawah payung UNJ. Selain itu sosok tersebut juga harus mampu membangun kekompakan dan soliditas baik di internal pengurus maupun di lingkaran alumni secara luas. Sedang yang terakhir ia berharap agar sosok tersebut juga mampu memobilisasi banyak potensi di luar untuk mendukung program-program IKA UNJ.
“Nah maka kita butuhkan orang yang punya akses yang bagus lah di masyarakat maupun di publik,” pungkasnya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Komarudin, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.



