Kedubes Iran Serukan Organisasi HAM dan Pembela Anak di Dunia Kecam Tindakan AMIS yang Membunuh 175 Anak - Telusur

Kedubes Iran Serukan Organisasi HAM dan Pembela Anak di Dunia Kecam Tindakan AMIS yang Membunuh 175 Anak

Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Foto: Telusur/Dhanis.

telusur.co.id -Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia menyerukan kepada seluruh organisasi pembela hak asasi manusia (HAM) dan hak anak agar tidak berdiam diri atas kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat-Israel (AMIS) terhadap anak-anak di negara. 

Pernyataan ini disampaikan menyusul agresi yang dimulai AMIS dengan menyerang Sekolah Dasar "Shajareh Tayyebeh" di kota Minab, Provinsi Hormozgan, hingga membuat 175 anak siswi yang tidak berdosa syahid dan 95 anak lainnya terluka akibat serangan tersebut pada (28/2) lalu. 

"Menyerukan kepada hati nurani yang terjaga di dunia, organisasi-organisasi Islam yang aktif, lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, serta organisasi-organisasi pembela hak anak agar tidak berdiam diri terhadap kejahatan seperti ini," kata Kedubes Iran dalam pernyataan resminya, Minggu (15/3/2026). 

Adapun serangan agresif tersebut terjadi pada saat Republik Islam Iran sedang menempuh jalur diplomasi, dialog,dan perundingan dengan AS untuk mencapai solusi perdamaian serta memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan.

Lebih Lanjut, Kedubes itu mengatakan bahwa serangan terhada anak-anak tak berdaya yang masih duduk dibangku kelas tingkat dasar sangat bertentangan dengan hati nurani kemanusiaan maupun dengan prinsip-prinsip yang diakui dalam hukum internasional.

Sebab itu, Kedubes Iran di Jakarta mengecam keras agresi biadab yang dilakukan AMIS dan menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut. 

"Dengan mengecam secara tegas tindakan tersebut, diharapkan mereka mengambil langkah untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta mencegah terulangnya tragedi serupa," tegasnya. 

"Perlindungan terhadap kehidupan anak-anak dan warga sipil merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara dan bangsa," tambah Kedubes Iran di Jakarta. 

Selain itu, Kedubes tersebut juga mengapresiasi inisiatif acara doa yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia di Kediaman Dubes Iran di Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2026 untuk mengenang 175 anak yang syahid dalam serangan AS dan Zionis Israel. 

"Kehadiran anak-anak Indonesia dalam acara ini merupakan simbol solidaritas kemanusiaan dan pesan yang jelas tentang empati bangsa-bangsa terhadap para korban yang tidak bersalah," kata Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. 

"Ketika anak-anak dari berbagai bangsa berdiri bersama dalam mengenang para korban ini, pada hakikatnya mereka adalah suara hati nurani dunia yang menyatakan bahwa penderitaan anak-anak di mana pun di dunia adalah penderitaan seluruh umat manusia," lanjutnya. 

Lebih jauh, Dubes Iran itu berharap kenangan dan nama anak-anak tak berdosa yang gugur dalam serangan tersebut akan semakin membangunkan hati nurani dunia dan menjadi inspirasi bagi upaya bersama untuk perdamaian, keadilan, dan perlindungan kehidupan anak-anak di seluruh dunia.

"Hingga tiba hari di mana tidak ada lagi sekolah yang menjadi sasaran perang dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan dan agresi.
Dengan harapan akan perdamaian, keadilan, dan keamanan bagi seluruh anak di dunia," tutupnya.


Tinggalkan Komentar