telusur.co.id - Sedikitnya 21 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka serius dalam tabrakan dua kereta cepat di Spanyol selatan, menurut pejabat setempat. Kecelakaan terjadi di dekat Cordoba pada pukul 19.45 waktu setempat (18.45 GMT) pada hari Minggu.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyatakan bahwa penyebab kecelakaan belum diketahui. Ia menyebut kejadian ini “sangat aneh” karena tabrakan terjadi di jalur lurus yang baru diperbarui pada bulan Mei.
Bagian belakang kereta malam yang berangkat dari Malaga menuju Madrid, membawa sekitar 300 penumpang, keluar dari rel dan menabrak kereta lain yang datang dari Madrid menuju Huelva dengan sekitar 200 penumpang, menurut operator kereta api ADIF. Televisi Espanola melaporkan bahwa pengemudi kereta dari Madrid ke Huelva termasuk di antara korban meninggal, dan total 100 orang dilaporkan terluka.
“Tiga puluh orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan dalam kondisi serius,” kata Puente, menambahkan bahwa semua korban luka telah dievakuasi untuk perawatan. Layanan darurat Andalusia menurunkan lima unit perawatan intensif bergerak, empat unit perawatan kritis darurat, serta sejumlah ambulans untuk menangani korban di lokasi kejadian.
Presiden pemerintah daerah Andalusia, Juanma Moreno, mengatakan bahwa upaya di lokasi difokuskan pada stabilisasi korban sebelum dipindahkan ke rumah sakit. “Solidaritas dan dukungan kami kepada semua yang terkena dampak,” tulisnya di media sosial.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyebut kecelakaan ini sebagai “malam yang penuh duka cita” bagi negara. “Saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus saya kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban. Seluruh negeri berada di sisi mereka di saat-saat sulit ini,” tulis Sanchez di X pada Senin.
Kereta yang berangkat dari wilayah Andalusia menuju Madrid ditangguhkan sementara, dengan layanan dari Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva diperkirakan tidak akan tersedia setidaknya hingga Senin.
Seorang penumpang, Salvador Jimenez, jurnalis RTVE, mengatakan kepada media digital Informacion bahwa dua gerbong terakhir kereta tergelincir, dengan gerbong terakhir terguling sepenuhnya ke samping. “Rasanya seperti kereta mengalami ‘gempa bumi’ beberapa saat sebelum kecelakaan,” kata Jimenez.
Personel ADIF terus berkoordinasi dengan layanan darurat di lapangan untuk menangani korban dan memulihkan kondisi jalur kereta. [ham]




