Menteri PKP, Maruarar Sirait Donasi Rp5 Miliar untuk Hunian Korban Bencana NTT - Telusur

Menteri PKP, Maruarar Sirait Donasi Rp5 Miliar untuk Hunian Korban Bencana NTT

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait

telusur.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menyatakan akan menggalang semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria akrab disapa Ara itu bahkan menyatakan siap menyumbangkan Rp5 miliar dari dana pribadinya untuk mendukung pembangunan kembali hunian warga.

Hal itu dia sampaikan seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI dengan agenda Laporan Keuangan Pemerintah Pusat di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Kamis (20/8/2026).

"Jadi kita, kekuatan bangsa ini gotong royong. Kita akan mengambil inisiatif, tadi saya sudah izin sama DPR untuk juga kita bergotong royong untuk saudara-saudara kita yang ada di NTT," kata Ara kepada wartawan.

Ara menegaskan, bantuan untuk masyarakat terdampak bencana tidak hanya mengandalkan pemerintah.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, diperlukan agar proses pemulihan hunian dapat berjalan lebih cepat.

"Saya juga akan mulai melakukan donasi dari saya Rp5 miliar rupiah pribadi untuk bisa melakukan gotong royong untuk perumahan yang tertimpa bencana di NTT," ungkap Ara.

Dalam kesempatan tersebut, Ara juga menyampaikan capaian Kementerian PKP dalam pengelolaan keuangan.

Dia membeberkan bahwa kementerian yang baru dibentuk tersebut berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ara juga menuturkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan DPR, arahan Presiden Prabowo Subianto, serta kerja keras jajaran Kementerian PKP.

"Ini adalah keberhasilan bersama, dukungan DPR, arahan Presiden Prabowo dan juga jajaran kementerian kami yang bekerja keras, Sekjen, Irjen sampai Kepala Balai semua," ucap dia.

Tak hanya itu, dia menyebut tingkat serapan anggaran kementeriannya pada tahun sebelumnya mencapai 96 persen. Tahun ini, pihaknya menargetkan serapan anggaran dapat meningkat menjadi 97 persen.

Selain persoalan anggaran, Ara menjelaskan, pemerintah terus berupaya mengurangi backlog perumahan, baik bagi masyarakat yang belum memiliki rumah maupun warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Politikus Gerindra itu menyebut data mengenai perkembangan pengurangan backlog tersebut telah disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat juga dapat melihat rincian data melalui kanal media sosial Kementerian PKP.

Lebih jauh, Ara menilai capaian tersebut harus terus dipertahankan melalui kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.

"Langkah-langkah ini menjadi sangat penting kami sampaikan, bagaimana performance kinerja ini harus tetap dipertahankan dengan kerja keras," beber dia.

Di sisi lain, dia menyinggung upaya gotong royong yang telah dilakukan bersama pihak swasta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Ara mengatakan sebagian hunian yang dibangun melalui dukungan tersebut kini telah selesai dan mulai ditempati warga.

Semangat serupa, lanjutnya, akan diterapkan untuk membantu masyarakat di NTT yang terdampak bencana.

Dia pun berharap kolaborasi pemerintah, DPR, swasta, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan hunian bagi warga terdampak sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.


Tinggalkan Komentar